Tanamkan Budaya Less Plastic melalui Campaign Frystic

Foto : Pelaksanaan Galon Keliling (GoLing) setiap hari Jumat di beberapa Fakultas di Universitas Diponegoro. (sumber: Bidang Sosial Masyarakat BEM Undip)

Menurut data dari National Geographic , produksi sampah jenis botol plastic dapat mencapai satu juta hanya dalam kurun waktu 60 detik saja. Sebagai respon atas jumlah produksi sampah plastik yang sangat tinggi, SosialMasyarakat (Sosmas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro mengadakan satu campaign guna mengajak mahasiswa membawa tumbler setiap hari jumat kecuali pada bulan Ramadan yang diberi nama Friday No Plastic (Frystic).
Kemudian,dalam pelaksanaannya, campaign Frystic didukung dengan program yang diberinama Galon Keliling (GoLing). Setiap minggunya, pada hari jumat, dipilih 2 fakultas yang akan disediakan galon dengan maksud mengajak mahasiswa untuk membawa tumbler sekaligus menyediakan refill air bagi mereka yang sudah membawa botol minumnya sendiri.

Namun, sangat disayangkan dalam implementasinya masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui tentang Frystic dan GoLing ini. Fatih, salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip mengaku belum mengetahui GoLing yang sudah pernah diadakan di Fakultas Orange tersebut pada Jumat 29 maret yang lalu.

Hal itu pun diakui Favian selaku Ketua Bidang Sosial Masyarakat BEM Undip sebagai salah satu tantangan yang ada dalam program Frystic. Dia menjelaskan bahwa selain kultur individu yang sulit untuk dirubah, tantangan lainnya adalah belum menyeluruhnya informasi tentang Frystic ke semua mahasiswa. “Mungkin aku bingung sih antara tidak masifnya informasi atau mahasiswanya yang ga tau informasi, jadi itu kayak sulit mencari titik temu. Mungkin kedepannya kita bias mencarititik temu yang pas biar info ataugerakan campaign ini bias masif ke semua mahasiswa,”ungkap Favian saat ditemui pada Senin (29/4) lalu.

Di sisilain, campaign Frystic yang mengajak mahasiswa untuk membawa tumbler agar lebih ramah lingkungan ini belum bias berdampak signifikan jika masih banyak warung di kantin yang menjual air minum dalam kemasan baik itu dalam bentuk botol maupun gelas. Menanggapi hal tersebut, Favian menjelaskan bahwa sudah dilakukan advokasi ke pihak Fakultas melalui Lingkar Sosmas maupun langsung ke Ketua BEM Fakultas. “Advokasi ke kantin harapannya itu bisa jadi tugasnya BEM Fakultas, karena BEM Undip ga punya wewenang untuk mengatur kantin Fakultas,” Terang Favian saat ditanyai upaya advokasi BEM ke pihak Fakultas.

Hingga saat ini, menurut data dari Biro Statistik BEM Undip, hanya terdapat 50% dari responden yang sudah mengetahui program Frystic. Sehingga, untuk kedepannya diharapkan agar Frystic tidak hanya diketahui oleh seluruh mahasiswa, tetapi juga dapat memberikan dampak langsung misalnya turut berkontribusi mengurangi produksi sampah plastik. Jangan ragu untuk melakukan perubahan, sebab dengan membiasakan diri untuk membawa tumbler setiap hari dapat memberikan dampak yang besar bagi lingkungan.

Oleh : Amelia Friska
Editor : Gita Nindya Elsitra
Redaktur Pelaksna : Dian Rahma F. A.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *