Closing ODM 2019 : Mahakarya Penyambutan Diponegoro Muda

Semarang – Closing Orientasi Diponegoro Muda (ODM) 2019 “Jaga Nusantara Wujudkan Karya Kita” telah dilaksanakan pada Minggu (18/8) lalu yang bertempat di Stadion Universitas Diponegoro. Puncak acara Closing ODM 2019 ini turut dihadiri oleh Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. (Rektor Universitas Diponegoro), Maryono, S.E., M.M. (Ketua Umum DPP IKA Undip dan Direktur Utama BTN), Hendrar Prihadi, S.E., M.M. (Wali Kota Semarang), dan Puan Maharani (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan).

Mahasiswa baru Universitas Diponegoro atau yang biasa disebut Diponegoro Muda telah memadati area luar stadion Undip sejak pukul enam pagi. Dengan pengarahan dari panitia, para peserta ODM mulai memasuki stadion secara tertib dan teratur untuk persiapan pembuatan mozaik. Seusai membuat mozaik, Diponegoro Muda dipersilakan duduk di kursi yang telah disediakan dengan beratapkan tenda penutup di pinggir lapangan. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip 2019, Muhammad Anies Ilahi menyampaikan orasi di hadapan para peserta ODM 2019, dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Maryono dan Bapak Yos.

Hal yang menarik perhatian dan membuat para peserta terharu ketika sesi Menteri Puan Maharani. Beliau meminta salah seorang Diponegoro Muda asal Papua untuk ikut naik ke atas panggung. Dia bernama Antonetha Mirino atau yang akrab disapa Netha, asal Manokwari, Papua Barat. Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswi baru di Departemen Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik.

“Kenapa kok mau jauh-jauh ke Semarang, ambilnya Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota pula?” tanya Puan. “Di Papua masih butuh orang untuk pembangunan dan saya ingin ikut membangun Papua,” ungkap Netha yang disambut sorak-sorai dan tepuk tangan meriah dari orang-orang yang hadir.

Ketika kebanyakan mahasiswa luar berkuliah dan ingin sekaligus bekerja di Jawa, ternyata agak berbeda dengan Netha. Sebuah niat mulia ingin kembali dan membangun daerah asalnya, yang akhir-akhir ini sangat jarang didengar. Untuk menghibur semua yang hadir, Puan meminta Netha menyanyikan sebuah lagu yang kemudian ia abadikan menggunakan ponsel pribadinya. Setelah lagu berjudul “Su Sayang” dibawakan, Puan memberi hadiah berupa gitar untuk Netha.

Mahakarya Orientasi Diponegoro Muda 2019 dibuka secara langsung dan simbolis oleh Puan dengan memukul gong sebanyak tiga kali. Tari-tarian yang dibawakan oleh anggota tari Mahakarya ODM menambah decak kagum dari para tamu dan peserta. Acara dilanjutkan dengan parade UKM dan beberapa organisasi daerah yang ada di Undip.

Yang tak kalah menarik dan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada akhir acara Closing ODM 2019 ini dihadiri pula bintang tamu spesial yang menjadi kejutan bagi para Diponegoro Muda, yakni Vidi Aldiano dan Bandnana. Lapangan depan panggung dipenuhi oleh Diponegoro Muda yang tampak antusias menyambut dan mengabadikan penampilan bintang tamu kejutan tersebut.

“ODM-nya keren banget, banyak ngundang orang penting. Ditambah ternyata di akhir ada gueststar lagi. Aku ngefans banget sama Vidi,” ungkap Vina, salah satu mahasiswi Fakultas Sains dan Matematika. Tidak hanya menyanyikan beberapa lagu, Vidi juga mengutarakan kebahagiaannya bisa berkunjung ke Semarang, khususnya Undip dan bisa bertemu langsung dengan mahasiswa baru Universitas Diponegoro.

Motivasi dan ucapan semangat juga ia sampaikan di sela-sela penampilannya. Vidi berharap, semoga mahasiswa baru Undip dapat memanfaatkan waktu dengan baik selama masa perkuliahan dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang.

Oleh : Annisa Qonita Andini

Editor : Gita Nindya Elsitra

Redaktur Pelaksana : Dian Rahma F. A.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *