Diva: Anak Komunikasi Juga Bisa Aktif di Pemira

Albert-Diva dalam forum debat, 15 November 2019. (OPINI/Fany A)

Pada Pemira FISIP Undip 2019 ini, hanya ada sepasang Calon Ketua – Calon Wakil Ketua BEM FISIP Undip, yakni Albert Jehoshua Rapha (Administrasi Publik 2017) dan Diva Sinar Rembulan (Ilmu Komunikasi 2017). Untuk latar belakang keorganisasian, Albert pernah menjabat sebagai Fungsionaris Kebijakan Publik BEM FISIP 2018 dan Kepala Divisi Aksi Propaganda Opini Sospol BEM Undip 2019. Sedangkan Diva pernah menjadi Eksekutif Muda di Humas dan Media Informasi BEM FISIP 2017, Fungsionaris Pengabdian Masyarakat BEM FISIP 2018, dan Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat BEM FISIP 2019.

Kabinet yang ingin dibangun oleh Albert-Diva dinamakan “Bahtera Cahaya”. Nilai organisasi yang dijunjung tinggi oleh paslon ini antara lain compassion (welas asih), team spirit (kebersamaan), agility (responsif), empowering (pemberdayaan), dan sustainability (berkelanjutan).

Jika menilik data dan fakta mengenai tingginya tingkat partisipasi mahasiswa dalam Pemira FISIP selama beberapa tahun ke belakang, jurusan Ilmu Komunikasi paling sering berada pada urutan terakhir. Terutama untuk maju ke kontestasi, jurusan inilah yang paling jarang mengirimkan calon.

Bukan rahasia lagi bahwa Ilmu Komunikasi acap kali dianggap sebagai jurusan yang cenderung pasif dan apatis perihal partisipasi Pemira ataupun perpolitikan kampus. Bahkan untuk beberapa tahun terakhir, anggapan semacam ini makin menggema kuat di kalangan mahasiswa FISIP secara umum.

Majunya Diva sebagai Calon Wakil Ketua BEM FISIP 2020 tentu menjadi kabar yang cukup mengejutkan bagi banyak pihak. Hal ini tak ayal memunculkan pro dan kontra, termasuk digaungkannya desas-desus yang isinya beragam spekulasi. Tidak sedikit yang menganggap bahwa Diva sengaja dicalonkan untuk meraup suara yang bulat, terkhusus dari jurusan asalnya.

Kabar burung tersebut ditanggapi secara tegas oleh Diva pada Senin (11/11) lalu. “Itu hak mereka mau ngomong gitu. Sebagai anak Ilmu Komunikasi, aku pengen nunjukin ke teman-teman kalau anak Ilmu Komunikasi juga aktif, nggak seapatis yang dipikirkan orang banyak,” ujarnya. Diva ingin menunjukkan bahwa tiap orang, tanpa memandang siapa yang lebih aktif di organisasi dan tanpa melihat siapa yang pandai berpolitik, semua memiliki peluang yang sama.

“Kalau dianggap cuma buat ngambil suara doang, menurutku salah besar sih. Aku di sini juga nggak menjamin kalau anak Komunikasi maju kemudian suaranya akan sebegitu besar. Kecuali kalau memang teman-teman Komunikasi mempercayai kami berdua, nah itu bisa dukung lewat suara,” imbuh Diva.

Ia melihat bahwa sebenarnya anak Komunikasi pun memiliki potensi, tetapi harus ada dorongan lebih. Menurutnya, salah satu dorongan itu dengan kehadiran dirinya sebagai Calon Wakil Ketua BEM FISIP 2020.

Albert-Diva percaya, suara terbentuk dari sebuah ‘kepercayaan’ yang diberikan. “Ketika kami bertemu teman-teman, kami nggak pernah minta dukungan. Kami coba mendengarkan keluh kesah mereka. Kalau kami dan mereka saling percaya, punya mimpi dan harapan yang sama, suara akan datang sendiri,” pungkas Albert.

Oleh : Annisa Qonita A

Editor : Gita N Elsitra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *