08/08/2022

Paslon Tunggal Abed-Feyza Menang Telak dari Kotak Kosong

Gambar kertas suara pemira FISIP Undip 2021. (LPM OPINI).

LPM OPINI – Perhelatan pesta demokrasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip) sudah melewati peluit panjang. Pemenang pemilihan raya (pemira) sudah ditetapkan oleh panitia pemilihan (panlih) per Sabtu (4/12).

Pasangan calon tunggal Ketua dan Wakil Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Undip memenangi kontestasi ini dengan telak. Total pasangan Abed-Feyza mendapatkan 1393 suara, sementara kotak kosong mendapatkan 288 suara. Terdapat satu suara tidak sah dikarenakan pemilih tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) serta bukan merupakan mahasiswa FISIP.

Total pemilih pada pagelaran pemira tahun ini berjumlah 1712 mahasiswa dari 3972 yang terdaftar di DPT. Angka ini menurun dari tahun lalu yang mendapat animo sebesar 1.840 pemilih dari total 3.459 DPT.

Perubahan yang Mesti Dikawal

Setelah memenangkan kontestasi lewat perhitungan suara, Abed-Feyza berjanji untuk lebih merangkul masyarakat FISIP dan menjauhkan birokrasi cara lama yang bagi mereka seolah menempel pada tubuh BEM. Pasangan ini juga mengklaim akan fokus pada pengembangan internal BEM guna memberdayakan FISIP sebagai tujuannya.

“Di tahun 2022 nanti, kami memiliki harapan besar di mana BEM FISIP makin turun dan hadir bagi masyarakat FISIP dan mematahkan lembaga ini yang seolah menerapkan old bureaucracy yang usang dan sulit dijangkau oleh masyarakat FISIP,”

“Di sini pun competency stack BEM FISIP 2022 hadir untuk menyiapkan internal kami, di mana seolah BEM FISIP selalu berfokus untuk berdampak secara eksternal namun lupa bahwa internal ini pun harus dikuatkan dan merasa terberdaya untuk nantinya dapat terjun langsung bagi Masyarakat dan Mahasiswa FISIP,” terang Abed-Feyza.

Ketika ditanya mengenai target penyelesaian masalah Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) S1 Administrasi Publik dalam satu tahun kepengurusan, Abed-Feyza menjawab akan menarik benang merah terlebih dahulu, yakni saling lempar antara pihak Universitas dan Fakultas, masalah ini dijanjikan mereka dengan jalan advokasi.

“Perlu di tarik benang merah terlebih dahulu sebelum akhirnya masalah tersebut terselesaikan. Dari bagaimana kedudukan PSDKU S1 Administrasi Publik Rembang  yang selalu saling lempar antar Undip dan FISIP Undip sendiri,”

“Maka dari itu perlu untuk kemudian diadvokasikan kedudukan dari teman teman PSDKU S1 Administrasi Publik Rembang  dan juga legalitas ormawa PSDKU S1 Administrasi Publik Rembang,” jelas mereka.

Janji Mengawal Isu Kekerasan Seksual dan Lainnya

Selain masalah PSDKU di Rembang, dua isu lain yang jadi isu strategis pasangan ini adalah Climate Crisis, dan Social Safety Net (Jaring Pengaman Kebijakan sosial, saat dan pasca Covid-19) (baca di: Menguji Gagasan Paslon Tunggal: Poin Kritis Start-up x Public Service, Isu Strategis, dan Isu Krusial Lainnya). Memahami jika masalah di lapangan tak melulu berkutat di tiga isu strategis yang dibawa, Abed-Feyza juga berjanji akan mengawal penguatan jejaring pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus.

“Selain tiga isu strategis yang kami bawa, tentu saja disini kami juga turut mengawal dan membersamai berbagai isu besar yang saat ini juga menjadi concern publik dan kawan – kawan Undip. Ambil contoh mengenai perlunya penguatan jejaring Pencegahan dan Penanagan Kekerasan Seksual antar Mahasiswa di Undip baik lingkup Fakultas dan Universitas, serta Universitas lain. Bagaimana Undip turut mengimplementasikan pembentukan Satgas melalui turunan Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021. Pengawalan dan desakan untuk disahkannya RUU PKS,” jabar mereka.

Tidak hanya isu kekerasan seksual, Abed-Feyza juga akan meneruskan pengawalan masalah Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga masalah kenegaraan seperti Revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Bagaimana setiap tahunnya, permasalahan terkait banding UKT dan transparansi UKT turut menjadi fokus isu kolektif. Bagaimana institusi KPK pasca Revisi UU KPK turut menjadi fokus isu bagaimana pelemahan kelembagaan negara yakni KPK memiliki efek domino pasca “pelemahan” itu sendiri,” tukasnya.

Selain Ketua dan Wakil Ketua BEM FISIP Undip, berikut daftar Senator terpilih pada perhitungan suara Sabtu (4/12) lalu:

Delegasi Administrasi Bisnis: Nurul Fatihah Damarani, Cahyaning Djati P

Delegasi Administrasi Publik: Ismi Syarifatus, Dedi Yunus, Ismah Ifaf Agasinta, Intan perwitasari

Delegasi Ilmu Pemerintahan: Maharahim Gradianova, Ananda Ajeng, Frisky Diaslestari, Erica Indah Maulia

Delegasi Hubungan Internasional: Adhitya Dwi Pramudya

Delegasi UPK: Neti Fitriani (FKMM), Muhammad Fazri, Adelia Anggun P (Bulutangkis), Apri Ella R (PMKP), Nafi Addin P, Sholeh Jamaludin (Aufklarung), Meiandra Abi R (Globies), Chetrin Aurel L, Rahmania Rifka S (HIMPS), Pravda Izvestia D.A (PSM FISIP), Aprillia Dyah H (PRMK), Sukma Perwita P (Orangers), Umi Latifah (Species).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *