Di musim kemarau tanaman bunga
akan mengirimkan pesan kepada
seorang seniman di sudut taman.
Melukis tembok kota untuk pameran, dengan ayat
“sampaikan kepada hujan, tubuhku merindukan”
barangkali sebelum awan bekerja, pikirnya.
Ada musim ‘keberuntungan’
didatangkan tiap dahaga semakin lara
dan memberi lebih awal dari biasanya.
Adalah mereka, tamu-tamu pameran
pejalan kaki trotoar, pelajar dan karyawan
berlalu-lalang di jalanan sepulang
dari huru dan hara kesibukan, lalu
membaca sekilas berhenti sejenak.
Satu rasa, berkumpul percikan air mata
membentuk sebuah genangan, dekap
saling memeluk juluran akar bunga
lebih kuat dari musim penghujan
seringkali, yang tiba sedikit kemalaman.
Penulis: Sindah Laili Nurjanah
Desain: Nabila Ma’ratunisa




