19/09/2021

HALLO-MEET: Rancang Bangun Sistem Aplikasi Virtual Meeting 3D Berbasis Teknologi Realitas Maya Sebagai Alternatif Pertemuan Jarak Jauh di Era New Normal

Ilustrasi Virtual Meeting (LPM OPINI/Journation 3.0)

Munculnya pandemi Covid-19 yang mewabah di seluruh dunia mengakibatkan berbagai pembatasan aktivitas fisik manusia. Seluruh aktivitas manusia yang melibatkan banyak orang dibatasi sebagai upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 (Nurhadi & Fatahillah, 2020). Di Indonesia sendiri, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan pembatasan aktivitas sosial melalui Peraturan Perundangan, Keputusan Presiden, serta berbagai instrumen kebijakan pembatasan aktivitas lain yang sengaja dikeluarkan pemerintah dalam upaya menurunkan angka penularan Covid-19 (Kemenkopmk, 2020). Adanya berbagai kebijakan ini, menyebabkan semua aktivitas masyarakat harus serba menyesuaikan, mulai dari aktivitas pendidikan yang dilaksanakan secara jarak jauh (Kemendikbud, 2020), pembatasan jumlah kunjungan ke tempat-tempat tertentu, munculnya berbagai larangan untuk bertemu dengan orang-orang di luar daerah serta berbagai penyesuaian lainnya.

Akan tetapi meskipun demikian, aktivitas masyarakat harus tetap berjalan seiring dengan berbagai kebutuhan yang bermunculan meskipun situasi dan kondisi sedang dilanda wabah pandemi Covid-19 (Wicaksono, 2020). Terutama kebutuhan interaksi sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dari segala lini aktivitas manusia (Putra, Kaunang, & Mingkid, 2015). Sehingga, adanya kebutuhan ini mengharuskan masyarakat mencari berbagai alternatif, agar kebutuhan interaksi bisa tetap terpenuhi meskipun dalam situasi pandemi. Seiring dengan berkembangnya berbagai teknologi informasi dan komunikasi, rupanya dijadikan alternatif bagi setiap orang untuk melakukan interaksi meskipun secara jarak jauh. Berbagai teknologi yang ada banyak membantu manusia dalam melakukan interaksi sosial secara jarak jauh, diantaranya berbagai platform media sosial, aplikasi virtual meeting, situs web dan semacamnya.

Salah satu teknologi yang banyak digunakan masyarakat dalam menunjang kebutuhan interaksi sosial ini adalah aplikasi virtual meeting (Sawitri, 2020). Aplikasi ini merupakan sistem yang mampu menyajikan sarana interaksi berupa video konferensi yang memungkinkan setiap orangnya melakukan interaksi dalam jumlah yang banyak berbasis jaringan internet. Banyak aplikasi virtual meeting yang digunakan oleh masyarakat diantaranya Microsoft Teams, Zoom Meeting, Google Meet dan semacamnya. Penggunaan aplikasi virtual meeting terbukti meningkat tajam terhitung dari awal tahun 2020 hingga saat ini. Salah satu data yang menujukkan hal ini adalah data yang dikeluarkan oleh perusahaan riset data pasar dan konsumen Statista, yang mencatat pendapatan salah satu perusahaan penyedia jasa virtual meeting yakni Zoom, sepanjang tahun 2020 meroket hingga mencapai 2,65 milyar dolar AS (sekitar Rp 37,7 triliun). Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 623 juta dolar AS atau sekitar Rp 8,88 triliun (Kompas, 2021).

Meningkatnya penggunaan aplikasi virtual meeting diiringi dengan berbagai manfaat yang diberikan, rupanya dari ke hari masih mengahadapi berbagai tantangan seiring dengan kebutuhan-kebutuhan interaksi baru yang muncul, sementara aplikasi virtual meeting yang digunakan belum mampu menjawab kebutuhan baru yang diinginkan oleh setiap orang yang menggunakannya. Berbagai kebutuhan baru itu diantaranya kebutuhan visualisasi yang lebih menarik, keinginan akses hubungan yang lebih terasa terjangkau, serta belum mampunya aplikasi virtual meeting yang ada untuk menyuguhkan konsep pertemuan virtual secara realitas yang bisa memberikan kesan pertemuan secara jarak dekat meskipun dilaksanakan dalam jarak yang jauh.

Dengan adanya kebutuhan-kebutuhan baru sebagai tantangan penggunaan aplikasi virtual meeting saat ini, serta untuk meningkatkan kualitas interaksi jarak jauh berbasis virtual meeting, diperlukan inovasi yang mampu mengembangkan keberadaan aplikasi virtual meeting. Sehingga, untuk menjawab kebutuhan baru ini akan dijawab dengan pengembangan sistem aplikasi virtual meeting dikolaborasikan dengan teknologi realitas maya, guna terlahirnya sistem virtual meeting 3 dimensi yang mampu memberikan visualisasi menarik serta akses hubungan jarak jauh yang terjangkau dan terasa lebih nyata di era new normal.

Gambar 1. Logo Aplikasi HALLO-MEET
(Sumber: Desain Pribadi)

Kolaborasi ini dinamakan HALLO-MEET, yakni sebuah sistem pengembangan aplikasi virtual meeting berbasis teknologi realitas maya sebagai alternatif pertemuan jarak jauh di era new normal. Teknologi realitas maya merupakan teknologi masa kini yang mampu menampilkan visualisasi realitas kepada penggunanya, teknologi jenis ini terdiri dari Augemented Reality dan Virtual Reality. Dalam mengembangkan sistem aplikasi virtual meeting, kedua jenis teknologi realitas maya ini akan sama-sama berperan dalam upaya memberikan tampilan visual yang menarik, memberikan akses keterjangkauan dalam interaksi serta memberikan kesan pertemuan yang terasa nyata. Berikut gambaran mekanisme sistem aplikasi HALLO-MEET secara sederhana:

Gambar 2. Gambaran Mekanisme Sistem Aplikasi HALLO-MEET Secara Sederhana
(Sumber: Desain Pribadi)

Untuk menggunakan sistem ini, mula-mula penggunanya harus memasang aplikasi bernama HALLO-MEET sebagai sistem yang mengintegrasikan berbagai platform virtual meeting dengan teknologi realitas maya. Aplikasi HALLO-MEET yang sudah terpasang bisa diakses setelah penggunanya melakukan registrasi data pribadi, atau menggunakan akun surel yang dimiliki. Selanjutnya, pengguna akan disuguhkan dengan beberapa tampilan fitur, diantaranya fitur Choose Meet, fitur Choose Reality, fitur Choose Avatar dan fitur Get Chat. Keempat fitur ini secara sederhana akan memberikan berbagai keuntungan bagi setiap penggunanya dalam melakukan proses interaksi secara jarak jauh berbasis teknlogi virtual meeting 3 dimensi.

Fitur Choose Meet akan menyajikan berbagai tampilan beragam aplikasi virtual meeting yang sebelumnya telah dipasang di perangkat pengguna. Melalui fitur ini, setiap penggunanya bisa memilih salah satu aplikasi virtual meeting yang bisa diintegrasikan dengan konsep virtual meeting 3D berbasis aplikasi HALLO-MEET. Sehingga, melalui fitur ini pengguna akan diberikan kesempatan fleksibel dan keleluasaan dalam memilih aplikasi virtual meeting sesuai kebutuhan pelaksanan pertemuan. Teknologi realitas maya yang diintegrasikan dalam HALLO-MEET ini memungkinkan bagi setiap penggunanya untuk terhubung dengan berbagai aplikasi virtual meeting seperti Microsoft Teams, Zoom Meeting dan semacamnya.

Aplikasi virtual meeting yang telah dipilih selanjutnya akan diintegrasikan dengan teknologi realitas maya pada fitur Choose Reality. Di dalam fitur ini, setiap penggunanya bisa memilih teknologi realitas yang bisa digunakan yakni Augmented Reality ataupun Virtual Reality. Apabila pengguna memilih Augmented Reality, maka visualisasi virtual meeting yang akan di tampilkan adalah berupa visual tunggal pada objek yang dipilih atau dipin pada tampilan virtual meeting. Sistem ini sangat cocok digunakan untuk pertemuan yang tidak melibatkan banyak orang. Sementara jika penggunnya memilih sistem Virtual Reality, maka penggunanya perlu menggintegrasikan perangkat yang dipasang aplikasi HALLO-MEET kepada perangkat Virtual Reality yakni berupa kacamata VR, teknologi VR ini akan mampu menampilkan keseluruhan objek dalam jumlah yang banyak bahkan visualisasi yang dilihat oleh mata pun seolah-oleh adalah pertemuan yang dilakukan dalam jarak dekat. Sistem ini bisa dipilih pengguna terutama dalam kegiatan pertemuan yang melibatkan banyak orang.

Untuk memambah kesan yang lebih menarik terutama dari segi tampilan visual, selanjutnya pengguna bisa memilih fitur Choose Avatar. Fitur ini menyediakan konsep refresentasi grafis avatar sebagai pilihan visual yang bisa digunakan dalam pelaksanaan virtual meeting jarak jauh. Avatar ini merupakan sistem refresentasi grafis hasil komputasi yang bisa memberikan beragam tampilan karakter yang bisa disesuaikan dengan keinginan penggunanya (Rani & Prahara, 2021). Adanya fitur ini juga akan memberikan berbagai rasa keterjangkauan dalam pelaksanaan pertemuan jarak jauh berbasis virtual meeting, karena selain beragam karakter avatar yang bisa disesuikan, fitur ini juga menyediakan beragam tampilan visual tempat/ruangan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan virtual meeting. Sehingga, seolah-olah akan terasa terjangkau dan nyata pada setiap pelaksanaan pertemuan jarak jauh yang dilaksanakan menggunakan fitur ini.

Untuk mengefisiensikan proses interaksi, di dalam aplikasi HALLO-MEET juga diintegrasikan fitur Get Chat yang memungkinkan setiap penggunanya akan mampu berkomunikasi dalam satu sistem aplikasi tanpa harus berpindah ke aplikasi yang lainnya. Di dalam fitur Get Chat ini, setiap penggunanya bisa melakukan interaksi jarak jauh secara pesan ketik maupun suara dengan menggunakan fitur di dalam nya. Sehingga, selain akses keterjangkauan interaksi secara virtual meeting, setiap penggunanya bisa menggunakan fitur tambahan ini untuk melakukan komunikasi yang dirasa perlu dilakukan via pesan ketik atau suara.

Di dalam penggunaannya, kehadiran HALLO-MEET akan menjadi jawaban bagi kebutuhan setiap pelaksanaan interaksi jarak jauh melalui aplikasi virtual meeting di era new normal. Dalam dunia pendidikan, HALLO-MEET akan menjadi tren baru terutama dalam menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan serta terjadinya berbagai pendekatan pembelajaran yang interaktif meskipun dilakukan secara jarak jauh. Dalam dunia ekonomi, HALLO-MEET akan menjadi sarana baru dalam memenuhi kebutuhan berbagai kegiatan pasar yang memungkinkan bagi setiap produsen, distributor, dan konsumen cukup hanya melakuan interaksi pasar secara jarak jauh berbasis aplikasi HALLO-MEET tidak perlu bertemu langsung, serta mengefisiensikan waktu dan tempat pemasaran. Begitu pula di bidang-bidang lainnya akan menjadi terobosan baru khususnya dalam melakukan segala bentuk interaksi sosial jarak jauh seara realitas di dalam setiap lini kehiupan masyarakat.

Untuk mengembangkan aplikasi ini diperlukan proses impelentasi yang sistematis guna terciptanya proses pengembangan yang cepat, mengingat kebutuhan manusia yang harus dipenuhi dengan berbagai kemaslahatannya. Berikut beberapa tahapan dalam implementasi pengembangan aplikasi HALLO-MEET.

Gambar 3. Tahapan Implementasi Pengembangan Aplikasi HALLO-MEET
(Sumber: Desain Pribadi)

Jika dibandingkan antara pertemuan menggunakan apliksi virtual meeting biasa dengan sitem virtual meeting di dalam aplikai HALLO-MEET adalah sebagai berikut:

Gambar 4. Tabel Perbandingan Sistem Pertemuan Virtual Meeting Biasa dengan Sistem Aplikasi HALLO-MEET
(Sumber: Desain Pribadi)

HALLO-MEET diharapkan akan mampu menjadi sistem baru yang memenuhi kebutuhan proses interaksi jarak jauh dalam setiap lini kehidupan masyarakat. Sistemnya yang terintegrasi dalam sebuah aplikasi diharapkan akan mampu mengefisiensikan proses interaksi dengan menghemat ruang dan masa. Konsep ini diharapkan akan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah, ahli IT dan para investor untuk dapat dikembangkan dalam upaya memenuhi kebutuhan proses interaksi sosial di era new normal.

 

Referensi

Kemendikbud. (2020, Mei 29). Kemendikbud Terbitkan Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah. Diambil kembali dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia: https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/05/kemendikbud-terbitkan-pedoman-penyelenggaraan-belajar-dari-rumah
Kemenkopmk. (2020, Maret 31). Pembatasan Sosial Berskala Besar. Diambil kembali dari Kementerian Korrdinator Bidan Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: https://www.kemenkopmk.go.id/pembatasans-sosial-berskala-besar
Kompas. (2021, Maret 4). 6 Aplikasi Ini Tumbuh Pesat Selama Pandemi Covid-19. Diambil kembali dari Kompas: https://amp.kompas.com/tekno/read/2021/03/04/18020077/6-aplikasi-ini-tumbuh-pesat-selama-pandemi-covid-19
Nurhadi, J. Z., & Fatahillah. (2020). Pengaruh Pandemi Covid-19 Terhadap Tingkat Aktivitas Fisik Pada Masyarakat Komplek Pratama, Kelurahan Medan Tembung. Jurnal Health Sains, 1(5), 294-298.
Putra, T. E., Kaunang, M., & Mingkid, U. (2015). Interaksi Sosial Masyarakat Keseluruhan Manembo Nembo Tengah Kecamatan Matuari Kota Bitung. Society Jurnal Ilmu Sosial & Pengelolaan Sumberdaya Pembangunan, 1-146.
Rani, S. S., & Prahara, A. (2021). Rekontruksi 3D Untuk Model Wajah Virtual Akademik Menggunakan Sensor Kinect 2. Jurnal Sarjana Teknik Informatika, 9(1), 25-35.
Sawitri, D. (2020). Penggunaan Google Meet untuk Work From Home Di Era Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Jurnal Prioritas: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 13-21.
Wicaksono, A. (2020). Aktivitas Fisik yang Aman Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha, 8(1), 10-15.

 

Ditulis oleh:

Gilang Setiawan

Juara Harapan 2 Lomba Essai Nasional Journation 3.0 LPM OPINI

*Telah disunting ulang dari naskah asli yang diikutsertakan lomba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *