Hujan Deras Uji Kesiapan Venue FISIP Ormawa Expo 2025, Agenda Hari Pertama Diundur
Sumber foto: Davino Krisna Hernawan

Hujan deras yang mengguyur kawasan kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) pada Selasa, 19 Agustus 2025, menguji kesiapan venue kegiatan FISIP Ormawa Expo (Forex) 2025. Sejumlah properti booth organisasi mahasiswa (Ormawa) rusak setelah terkena air hujan yang merembes akibat tenda yang tidak mampu menahan derasnya air.
Kegiatan yang dinaungi Bidang Harmonisasi Kampus BEM FISIP Undip ini dijadwalkan mulai pukul 12.10 WIB di Lapangan Basket FISIP Undip. Menimbang langit yang mulai gelap disertai gerimis, panitia sempat mengimbau pengurus Ormawa untuk memindahkan meja ke bagian tengah tenda agar terhindar dari tempias air hujan. Namun, hingga pukul 13.00 WIB, panitia belum memberikan konfirmasi atau arahan kepada setiap Ormawa terkait kelanjutan kegiatan, apakah tetap dilaksanakan sesuai jadwal atau diundur. Beberapa Ormawa seperti Orange Choir, Persekutuan Mahasiswa Kristen Protestan (PMKP), dan Aufklarung memilih berteduh di Ruang PKM Gedung D FISIP Undip, sementara sejumlah properti seperti kliping, kolase foto, dan standing banner terlihat ditinggalkan dalam kondisi rusak atau roboh di booth masing-masing.

Sekitar pukul 13.25 WIB, panitia kemudian mengadakan sosialisasi singkat di Aula PKM Gedung D FISIP Undip bersama perwakilan setiap Ormawa untuk membahas kelanjutan Forex Day-1 yang batal dilaksanakan. Dalam forum tersebut, Ketua Pelaksana Forex 2025, Cynara Winarno menjelaskan bahwa agenda hari pertama Forex yang batal dilaksanakan akan digabung dengan agenda hari kedua.
“Untuk back-up plan dari hari ini adalah Forex akan dilaksanakan di besok hari dan karena ada dua jurusan, dua sesi, jadi di siang hari nantinya tetap akan ada Forex seperti biasanya dan untuk yang hari ini tidak sempat dilaksanakan, akan dilaksanakan di besok pagi hari. Jadi ada pagi hari dan sesi siang hari,” jelas Cynara dalam forum sosialisasi di Aula PKM pada Selasa (19/08).
Ia memaparkan adanya dua opsi penggabungan agenda hari pertama dengan hari kedua, yakni pukul 7.15–8.15 WIB atau 6.30–7.30 WIB. Masing-masing opsi tersebut memiliki konsekuensi yang berbeda. Cynara menjelaskan jika skema pertama digunakan, yaitu pukul 7.15 hingga 8.15 WIB, maka waktu pelaksanaan Forex di sesi siang hari akan mundur. Sementara, jika skema kedua digunakan, yaitu pukul 6.30 hingga 7.30 WIB, maka pelaksanaan Forex sesi pagi akan lebih awal, tetapi pelaksanaan Forex sesi siang hari akan tetap dijalankan sesuai rundown yang telah dijadwalkan sebelumnya.
Namun, keputusan final baru akan ditetapkan setelah rapat koordinasi dengan pihak fakultas dilakukan pada Selasa (19/08) petang.
Terkait kedua opsi tersebut, sejumlah perwakilan Ormawa menyampaikan keberatan. Ketua Umum Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Aufklarung, Rafi Luvian Natha Rajendra menilai waktu yang terlalu pagi menyulitkan untuk menyiapkan ulang booth, terlebih sebagian dekorasi sudah rusak akibat hujan.
“Ya sebenarnya tanggapan aja mungkin dari aku karena ini kan kondisi becek dan ya kita banyak yang amburadul lah istilahnya, jadi kalau ini kita tuh kemungkinan bisa beres-beres lagi atau nyusun-nyusun lagi kan besok ya. Nah, kalau kita mulai di pagi itu tuh kita ngga ada waktu sekiranya kayak hari ini karena kita ibarat mulai lagi dari awal,” ungkap Luvian.
Kondisi serupa juga turut disampaikan oleh perwakilan dari UPK PMKP, Tamara Ulina. Ia menyampaikan bahwa banyak properti dari UPK PMKP yang rusak karena terkena air hujan.
“Mungkin ini dari booth aku sendiri ya, tadi itu tendanya bagian belakang rumbainya jatuh ke arah kita dan itu semua jatuh, akhirnya dekor kita semua jatuh dan ngga bersisa sama sekali. Dan di tenda kita pun, itu tenda yang airnya paling banyak banget dan itu nyerocos terus sampai semua atribut ataupun dekor-dekor kita tuh hancur semua,” ujar Tamara.
Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Harmonisasi Kampus BEM FISIP Undip 2025, Fikri Oka menyampaikan bahwa kepastian teknis mengenai kelanjutan agenda Forex Day-1 baru akan diumumkan malam hari setelah ada rapat lanjutan. Ia juga menambahkan bahwa belum ada rencana darurat khusus apabila hujan kembali turun pada hari kedua.
“Plan B-nya itu nanti belum ada pastinya, karena memang nanti kan jam 5 kita bakal ketemu birokrat juga ya, kita bakal membahas semua, karena memang terkait permasalahan ini di luar kendali kita,” jelas Fikri.
Beberapa jam setelah forum sosialisasi selesai, yakni sekitar pukul 15.00 WIB, Liaison Officer (LO) setiap Ormawa menginformasikan kepada pengurus masing-masing Ormawa bahwa agenda Day-1 Forex 2025 yang semula seharusnya dilaksanakan pada hari Selasa, 19 Agustus 2025 dialihkan menjadi hari Rabu, 20 Agustus 2025 pada pukul 06.30 hingga 07.30 WIB di Lapangan Basket FISIP Undip.
Panitia juga memberi dua pilihan waktu untuk penataan ulang booth, yakni pada Selasa sore pukul 17.00–19.00 WIB atau Rabu pagi pukul 05.30–06.20 WIB. Dengan keputusan tersebut, kegiatan Forex 2025 hari kedua diproyeksikan akan lebih padat karena memuat rangkaian agenda dari dua hari sekaligus.
Penulis: Davino Krisna Hernawan
Editor: Kayla Fauziah Fajri
Pemimpin Redaksi: Kayla Fauziah Fajri