Menjelajahi Wajah Baru FISIP Undip: Jembatan Penghubung, PKM, Hingga Rencana Gedung Baru

Ruang Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) sebagai salah satu pembangunan fasilitas baru di FISIP Undip. (Sumber foto: Kayla Fauziah).

Memasuki awal semester baru, mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro langsung disambut dengan sederet fasilitas-fasilitas baru yang ada. Mulai dari jembatan penghubung dari parkiran ke lantai dua gedung B, perbaikan tangga, adanya ruang Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), dan fasilitas-fasilitas lain yang bermanfaat dalam menunjang kegiatan perkuliahan mahasiswa. Lalu, apa sebenarnya yang menjadi urgensi dibangun dan diperbaikinya fasilitas-fasilitas ini?

 

Kepentingan Mahasiswa Jadi Prioritas

Manajer Tata Usaha FISIP Undip, Andi Widiasmoro, kala ditemui oleh LPM Opini pada Minggu (10/3) mengatakan bahwa alasan pembangunan fasilitas yang ada tidak jauh-jauh dari kepentingan dan kenyamanan mahasiswa FISIP itu sendiri. 

“Tujuan utama kami jelas untuk mengakomodasi semua kepentingan mahasiswa ya, intinya di mahasiswa sih,” sebut Andi. 

Lebih lanjut, Andi mengiyakan bahwa pembangunan yang dilakukan merupakan salah satu bentuk tanggapan FISIP atas saran dan keluhan mahasiswa terhadap fasilitas yang ada. Misalnya saja, tidak adanya akses langsung dari parkiran ke gedung dan problematika tangga parkiran yang curam, kini sudah ditanggapi dengan dibangun dan diperbaikinya fasilitas-fasilitas tersebut demi kenyamanan dan keselamatan mahasiswa.  

“Semua fasilitas untuk kepentingan mahasiswa, seperti selasar itu ‘kan, akses connecting ke semua gedung, kalau hujan sudah tidak kehujanan, tangga yang tadinya curam sekarang sudah landai.” jelas Andi.

Potret tangga parkiran yang sudah diperbaiki (Sumber foto: Deana Zahira).

Tak hanya tangga, ada pula jembatan penghubung dari parkiran ke lantai dua gedung B yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa sekarang. Abigael, seorang mahasiswa FISIP angkatan 2023 sendiri, setuju bahwa jembatan penghubung menjadi fasilitas baru yang paling bermanfaat karena sangat membantu memudahkan mobilitas mahasiswa. 

“Mulai dari jembatan yang di lantai dua langsung ke gedung B itu ya, yang di parkiran, sangat mempermudah mobilitas kami sebagai mahasiswi untuk ke kelas. Jadi, untuk kita yang (kelas) di lantai dua nggak terburu-buru capek-capek naik turun tangga atau berebutan lift, gitu.” ungkapnya.

Potret jembatan penghubung dari parkiran ke lantai dua gedung B. (Sumber foto: Deana Zahira).

Di sisi lain, Arra, mahasiswa FISIP angkatan 2023 yang lain, berpendapat bahwa selain memudahkan mobilitas mahasiswa pada umumnya, fasilitas jembatan penghubung juga membantu mahasiswa difabel secara khususnya, dalam akses menuju gedung belajar. 

“Karena selain kayak mempermudah mahasiswa buat yang dari parkiran langsung ke gedung buat belajar, juga mempermudah, misalnya orang dari parkiran nih, dengan disabilitas gitu, misalnya naik wheelchair … kan bisa langsung. Gak perlu kayak, susah-susah, harus lewat turun tangga … kan itu bikin sulit, ya. Jadi, langsung jalannya datar jadi lebih aman.” jelas Arra, kala ditanyai Opini tanggapannya tentang jembatan penghubung pada Jumat (8/3).

Dengan banyaknya manfaat fasilitas-fasilitas baru ini, bisa dilihat bagaimana pembangunan yang dilakukan sejalan dengan kebutuhan mahasiswa FISIP Undip. Baik dari tangga, jembatan penghubung, hingga ke fasilitas lainnya. 

“Intinya semua perbaikan dan pembangunan itu alasan utamanya jelas untuk kepentingan mahasiswa.” Andi menegaskan.

 

Gedung Baru: Bagian Cetak Biru yang Belum Terlihat

Selain fasilitas-fasilitas yang dapat dilihat secara langsung, rupanya FISIP memiliki fasilitas baru yang belum terlihat. Sebelumnya, mahasiswa yang mendapat jadwal kelas di gedung A, dialihkan ke lantai tiga gedung D, yang menimbulkan asumsi bahwa kelas-kelas di gedung A akan dipindahkan ke gedung D. 

Adanya asumsi ini disanggah oleh Andi. Ia menjelaskan bahwa perpindahan kelas gedung A ke gedung D hanya bersifat sementara. Hal ini dilakukan sebab kelas-kelas di gedung A akan diubah menjadi laboratorium. 

“Kelas di lantai tiga (Gedung D) sebenernya untuk sementara sih. Kebetulan lab ‘kan pindah di gedung A nih, akhirnya ruang kelas di gedung A mau gak mau harus pindah ke gedung D, karena tahun kemarin kita dapat investasi alat lab cukup besar, sekitar 5 M. Jadi mau gak mau harus kami fasilitasi dengan ruangan, makanya kami sediakan ruangan di gedung A.” tuturnya.   

Kendati hanya sementara, FISIP berencana untuk membangun gedung baru di belakang gedung B. Gedung baru inilah yang nantinya akan diisi dengan laboratorium, ruang dosen, dan PKM.

Mengenai hal ini, Andi menerangkan, “Tahun ini, pertengahan tahun ini, di belakang gedung B akan dibangun gedung baru, salah satunya untuk lab, ruang dosen, (dan) kemungkinan besar PKM akan diperbesar di sana.” 

Bukan hanya itu saja, rencana revitalisasi lapangan basket menjadi pusat kegiatan olahraga yang sebelumnya sempat terdengar di Public Hearing tahun 2023 kemarin, rupanya akan menjadi bagian dari grand design gedung baru FISIP. Selain sebagai pusat kegiatan akademik, Andi mengungkapkan bahwa gedung baru direncanakan untuk dapat mengakomodasi kegiatan non-akademik juga, dalam hal ini olahraga. 

“Jadi nanti desainnya, saya enggak tau di lantai berapa, nanti desainnya kemungkinan akan digunakan sebagai tempat olahraga juga. Tempat untuk basket, atau untuk badminton, atau olahraga lain, untuk gym.”

 

Lika-Liku Regulasi Fasilitas Baru

Potret ruang PKM yang menggunakan sistem reservasi. (Sumber foto: Aulia Retno).

Pembangunan fasilitas yang paling disoroti dan sempat menjadi buah bibir di platform X  adalah fasilitas umum Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) yang berada pada lantai 1 gedung D FISIP. Dengan interior yang sangat apik, memanjakan mata, dan membuat mahasiswa nyaman sehingga betah berlama-lama menempati fasilitas tersebut, ternyata kini tengah diberlakukan sistem reservasi jika mahasiswa ingin menggunakannya. Alasannya sendiri adalah karena pasti banyak mahasiswa yang ingin menggunakan fasilitas tersebut. Supaya tidak terjadi adanya konflik, seperti perebutan tempat, sistem reservasi diberlakukan.

“Iya, karena kami pikir untuk penggunaan jika tidak kita atur, itu kami khawatir ada konflik, (perebutan), karena kami memikirkan nanti yang akan memakai ‘kan banyak sekali gitu ya,” tegas Andi.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Abigael, mahasiswi yang sempat rapat rutin dengan merasakan sistem reservasi pada fasilitas PKM. Ia juga setuju diberlakukannya sistem tersebut memudahkan mahasiswa, serta menurutnya lebih efisien dan efektif.

“Iya, (sistem reservasi di fasilitas PKM) memudahkan. Karena kalau ga reservasi dulu pastinya kita banyak banget yang pengen pake dan pasti berebutan gitu,” ujar Abigael.

Namun, tidak sedikit mahasiswa yang keberatan dengan sistem reservasi ini. Alasannya adalah menurut mereka, penggunaan fasilitas PKM menjadi terbatas. Mahasiswa harus mengisi link untuk reservasi tempat, disertai waktu atau jam berapa akan menggunakannya. 

“Tapi sayangnya, karena ada yang bilangnya harus reserve, itu jadi kayak, kesannya kayak, terbatas gitu … Gak semua orang boleh makai, jadi harus reserve dulu,” keluh Arra.

Menanggapi respon mahasiswa yang keberatan mengenai hal tersebut, Andi selaku manajer Tata Usaha FISIP UNDIP berkata bahwa sistem reservasi adalah solusi terbaik untuk mengatur penggunaan fasilitas PKM.

“Ya memang itu suatu hal yang teratur kadang ‘kan bisa bikin tidak nyaman dan tidak semua orang bisa terakomodasi atau mungkin kami tidak bisa menyenangkan semua orang, tapi kami pikir untuk saat ini, solusi yang paling baik ya itu, diatur. Sebenarnya tidak sulit untuk reservasi ‘kan… Kami berikan sudah ada informasi link dan forumnya dan nanti ke depan kami juga akan usahakan supaya bisa lebih diakses dari mana-mana gitu sih,” jelas Andi.

Selain fasilitas PKM, hal yang baru pada gedung D adalah dibongkarnya sekretariat ormawa dan UPK. Kini, pihak FISIP tak menyediakan ruang untuk sekretariat UPK (Unit Pelaksana Kegiatan) dan ormawa (organisasi mahasiswa) lagi, penggantinya adalah disediakan loker, 5 buah untuk ormawa, dan 3 buah untuk UPK. Namun, pihak FISIP memberikan fasilitas PKM untuk mereka berkoordinasi.

Potret loker ormawa dan UPK di gedung D. (Sumber foto: Kayla Fauziah).

“Kalau ruang sekretariat kami tidak menyediakan cuman kami memberikan loker. Jadi mereka kalau mau, katakanlah koordinasi, kami memberikan space-space ini untuk koordinasi. Untuk dokumen-dokumennya kami menyediakan loker,” papar Andi.

Untuk rencana kedepannya, apakah ruang sekretariat akan disediakan pada gedung baru yang akan dibangun, Andi sendiri belum mengetahui disediakan atau tidak. 

“Iya (tidak disediakan), tapi kalau yang gedung baru saya belum tau ya. Tapi untuk yang saat ini seperti itu,” lanjutnya.

Namun, tak sedikit UPK dan ormawa FISIP yang memberikan keluhannya karena sulit menyimpan inventaris yang banyak hanya di dalam beberapa loker saja.

“Untuk informasi ini ‘kan, memang saya sempat mengetahui hal itu cuman belum ada pemberitahuan resmi ke pimpinan ya. Jadi barangkali nanti ada pemberitahuan resmi, bisa jadi diarahkan ke mananya nanti saya tetep menunggu arahan (dari pimpinan),” ujar Andi menanggapi keluhan tersebut.

Hal terakhir pada gedung D yang disoroti perbaikannya adalah perpustakaan FISIP yang saat ini ada di lantai 2. Fakta baru yang cukup mengejutkan adalah gedung D sendiri sebenarnya dikhususkan untuk perpustakaan saja, dari lantai 1 hingga lantai 3. Jadi, saat ini, lantai 1 yang digunakan untuk fasilitas PKM, dan lantai 3 untuk ruang kelas hanya bersifat sementara. Seperti yang sudah disebutkan Andi, fasilitas PKM nantinya akan diperbesar di gedung baru.

“Dan ini mungkin kalau pak dekan pernah menyampaikan, gedung D khusus untuk perpus, jadi lantai 1 sampai 3 nanti untuk perpus. Jadi nanti lantai 3 sudah bukan untuk kelas lagi, dikembalikan menjadi perpus. Jadi ini untuk sementara,” jelas Andi.

 

Fasilitas Untuk Mahasiswa, Milik Mahasiswa

Pembangunan dan perbaikan seluruh fasilitas beserta gedung di FISIP UNDIP sendiri adalah untuk mahasiswa, dan tentunya milik mahasiswa. Seluruh fasilitas yang ada pada fasilitas yang menggunakan adalah warga FISIP, terutama para mahasiswa dari seluruh prodi yang ada di kampus oranye tersebut. Harapannya, mahasiswa dapat turut menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan agar fasilitas ini menjadi sarana belajar dan berkembang, yang memberikan banyak manfaat dan pengaruh baik bagi seluruh warga FISIP.

“Ya sebenarnya kami mengharapkan, semua fasilitas ini kan kami bangun untuk mahasiswa ya. Harapannya mereka juga bisa merasa ini milik kalian gitu. Jadi kalau ada hal yang kurang betul, bisa ikut bantu ya menjaga kebersihan, menjaga ketertiban gitu sih, seperti itu. Harapannya kami sih, mahasiswa bisa menganggap ini juga rumah kalian, jadi ruangan kalian gitu. Bukan ruangan kami (pihak FISIP) gitu, jadi bisa saling menjaga (fasilitas yang ada).” harap Andi.

 

Reporter: Deana Zahira, Kayla Fauziah

Penulis: Deana Zahira, Kayla Fauziah

Editor: Alivia Nuriyani

Pemimpin Redaksi: Natalia Ginting 

Desain: Izza Karimatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *