
Stiker parkir kendaraan dibagikan kepada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) sejak Senin (05/10) pagi di pintu keluar parkir FISIP Undip dan pintu keluar parkir Muladi Dome. Stiker tersebut dibagikan untuk mempermudah alur keluar parkir gratis bagi mahasiswa FISIP yang menghadiri kelas di Muladi Dome.
Stiker Parkir Dibagikan untuk Mempermudah Mahasiswa FISIP yang Menghadiri Kelas di Muladi Dome
Beberapa mahasiswa FISIP memiliki jadwal kelas yang berlokasi di Muladi Dome. Sebagai gedung serbaguna yang dapat dikunjungi umum, Muladi Dome memberlakukan tarif parkir. Namun, tarif parkir tersebut gratis bagi mahasiswa FISIP yang berkepentingan kelas karena disubsidi fakultas. Menurut salah satu petugas satuan pengamanan (satpam) FISIP Undip, Muhammad Bagus, stiker parkir kendaraan yang dibagikan bertujuan untuk memudahkan petugas parkir dalam mengenali kendaraan milik mahasiswa FISIP sehingga subsidi tersebut tepat sasaran.
“(Stiker tersebut) ada supaya tidak ada pihak lain yang ngaku-ngaku sebagai mahasiswa FISIP dan tidak membayar tarif parkir yang seharusnya,” jelas Bagus ketika diwawancarai LPM OPINI pada Selasa (06/10).
Alasan pembagian stiker tersebut sejalan dengan keresahan yang dialami salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2024, Putri (nama samaran). Ia memperhatikan bahwa terkadang petugas parkir di Muladi Dome tidak percaya kepada mahasiswa yang mengaku sebagai mahasiswa FISIP.
“Ketika mendapat kelas di Muladi (Dome), saat ada kegiatan umum itu, pasti petugas parkirnya terkadang gak percaya (kepada mahasiswa) gitu kali, ya, kalau mereka itu bagian dari FISIP, gitu. Jadi bingung gimana ngejelasinnya,” ungkapnya.
Seorang petugas satpam yang lain, Bima (nama samaran), menambahkan bahwa pembagian stiker parkir tidak lepas dari usulan para mahasiswa yang sempat menerima stiker parkir serupa. Stiker parkir kendaraan mulanya dibagikan kepada mahasiswa sejak 2023. Akan tetapi, hal tersebut tidak dilanjutkan karena pergantian pemimpin.
“Banyak (mahasiswa) yang minta stiker penanda FISIP, karena sewaktu kuliah di Muladi dikenakan biaya. (Namun), karena masih peralihan supervisor, jadi gak produksi. Kini, sudah lumayan stabil, akhirnya stiker parkir FISIP diberlakukan lagi ” jelasnya.
Terkait fungsi pemberlakuannya, Bima menambahkan bahwa stiker parkir kendaraan tidak akan menggantikan atau memengaruhi sistem kartu parkir FISIP yang hingga kini diterapkan.
Diupayakan Merata, Stiker Parkir Dibagikan secara Langsung oleh Petugas Satpam

Pembagian stiker parkir kendaraan dilakukan secara langsung di pintu keluar parkir FISIP Undip dan pintu keluar parkir Muladi Dome. Pertama-tama, petugas akan menanyakan status mahasiswa sebagai mahasiswa FISIP, jurusannya, dan angkatannya. Kemudian, petugas akan memberikan stiker dan mengarahkan mahasiswa untuk menempelkannya di plat motornya. Jika kehilangan stiker, mahasiswa bisa menghubungi petugas satpam FISIP Undip.
Bima mengungkapkan bahwa kini pihak satpam dan kepegawaian FISIP Undip berupaya untuk membagikan stiker parkir kendaraan kepada mahasiswa FISIP Undip secara merata.
“Kami mengupayakan masing-masing mahasiswa mendapatkan satu stiker. Kemarin, kami baru mencetak 1000 stiker. Saat ini, (kami) sedang (dalam) proses untuk mencetak 3000 stiker tambahan,” ucapnya.
Lebih jauh lagi, ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya bersedia untuk menyediakan stiker parkir kendaraan bagi mahasiswa kampus FISIP Undip Rembang jika terdapat pengajuan dari pihak yang bersangkutan.
Stiker Parkir Diharapkan Membawa Manfaat bagi Mahasiswa FISIP
Terkait pembagian stiker parkir, Putri mengungkapkan bahwa hal tersebut akan bermanfaat bagi para mahasiswa yang menghadiri kelas di Muladi Dome.
“Stiker FISIP tersebut membantu kami untuk tidak perlu melakukan konfirmasi berulang kepada petugas parkirnya, dan tentunya itu juga memudahkan kami sebagai mahasiswa karena kami tidak usah membayar, seperti itu,” ucapnya.
Sejalan dengan hal itu, Bima juga berharap agar pembagian stiker parkir kendaraan membawa manfaat bagi mahasiswa FISIP Undip.
“Harapannya (mahasiswa) lebih tertib, membawa nama baik FISIP. Dan haknya tidak disalahgunakan pihak lain. (Jangan sampai) mahasiswa FISIP yang dikira bukan FISIP dipungut biaya parkir,” pungkasnya.
Reporter: Ridzqie Abdillah, Aqna Almaqrizi, Khaya Khailila
Penulis: Ridzqie Abdillah
Editor: Davino Krisna
Pemimpin Redaksi: Najwa Rahma
