Mahasiswa FISIP Undip Diserang Spam Call, Penipu Mengaku Polisi dan Tunjukkan Data Pribadi

Foto bukti panggilan dari nomor tak dikenal (Sumber foto: Najwa Rahma)

Beberapa mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) mendapat panggilan spam dari nomor tak dikenal sejak Senin (09/02). Panggilan spam tersebut merupakan upaya penipuan yang mengatasnamakan institusi resmi seperti kepolisian, dengan cara menunjukkan data-data pribadi milik korban. 

 

Modus Baru: Penipu Mengaku Polisi dan Menunjukkan Data Pribadi Mahasiswa

Salah satu mahasiswi jurusan Hubungan Internasional (HI) FISIP Undip, Rani (nama samaran), mengaku ditelepon berulang kali oleh beberapa nomor tak dikenal dalam sehari. Panggilan tersebut terjadi melalui telepon seluler.

“Saya itu udah dapet spam call dari hari Senin (09/02) sampai sekarang. Paling satu hari ini dapet dua kali call gitu, kan,” jelas Rani saat diwawancarai pihak LPM OPINI pada Rabu (11/02).

Rani tidak menjawab panggilan tersebut, karena berasal dari nomor asing. Sementara itu, mahasiswa HI lainnya, Budi (nama samaran), mengaku sempat mendengar kabar dari orang lain yang menjawab panggilan spam tersebut. 

Kebanyakan aku lihat juga dari orang lain itu, dari penipu ini mereka pura-pura jadi pihak Polres (Kepolisian Resor) Semarang gitu. Terus ada juga (korban) yang konfirmasi ke Polresnya, itu dari sananya (pihak kepolisian) bilang itu penipuan,” jelas Budi. 

Budi menjelaskan lebih lanjut bahwa penipu mengancam korban dengan menunjukkan data-data pribadi korban, seperti nama, jurusan kuliah, universitas, dan alamat. Peristiwa ini membuat Rani dan Budi merasa resah dan mempertanyakan keamanan data mahasiswa Undip di pihak universitas.

“Sebenarnya kalau aku, yang pasti kekhawatiran, sih. Soalnya, yang pertama itu mereka udah tahu nomor HP pribadi gitu.Yang kedua, itu juga mempertanyakan seberapa aman sih sebenarnya data kita itu. Jadi aku juga (berharap) semoga untuk ke depannya itu baik kampus maupun dari pemerintahnya juga lebih mempedulikan data-data dari bukan cuma mahasiswa, tapi juga satu Indonesia ini gitu,” terang Rani. 

Sementara itu, salah satu mahasiswa semester 4 Ilmu Pemerintahan, Azka Syananda Rahman, mengaku telah menerima panggilan spam sejak semester 1. Menurutnya, modus mengatasnamakan pihak kepolisian adalah modus penipuan yang baru. 

“Indikasi doksing, penipuan, ada yang nelepon, minta pulsa atas nama dosen, segala macem, itu banyak kejadian. Nah cuman, di sini ada motif baru. Ini soal mengatasnamakan Kapolri, Kapolda, segala macem,” ungkap Azka.

Dalam menanggapi panggilan spam tersebut, para korban berusaha untuk tidak berinteraksi dengan penipu. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya kerugian yang dialami korban. 

“Kalau memang ada spam call, ya udah biarin aja gak usah diangkat. Cuma di-delete (terus) langsung di-block aja. Yang mana tahu semakin hari kamu block semakin menguranglah orang-orang itu untuk telepon gitu, sih,” terang Budi seraya memberikan saran kepada mahasiswa yang mendapat panggilan spam.

 

Universitas Diponegoro Imbau Mahasiswa Tetap Tenang lewat Pengumuman Resmi di Platform X

Pernyataan resmi Undip terkait keamanan data dan kewaspadaan terhadap kejahatan siber yang diunggah melalui akun X (Sumber: X @undip)

Dalam menanggapi peristiwa panggilan spam yang terjadi, pihak Undip merilis pengumuman resmi di platform media sosial X pada Kamis (12/02) pukul 07:45 WIB. Pengumuman tersebut berisi peringatan akan modus yang umum digunakan penipu, penegasan keamanan data mahasiswa di pihak Undip, dan imbauan bagi mahasiswa yang menerima panggilan mencurigakan.

“Mari bersama meningkatkan kewaspadaan serta menjaga keamanan informasi dari berbagai bentuk kejahatan siber,” tulis akun media sosial resmi Undip. Sebagai langkah pencegahan, mahasiswa disarankan untuk mengaktifkan fitur filter spam di telepon seluler dan memblokir nomor asing yang mencurigakan. Terpenting, jangan pernah memberikan kode OTP atau kata sandi kepada siapa pun dengan alasan apa pun.

 

Reporter: Moh. Arif Maulana Azmi, Najwa Rahma, Dafan Mahendra

Penulis: Ridzqie Abdillah

Editor: Najwa Rahma

Pimpinan Redaksi: Najwa Rahma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *