19/09/2021

Mengulik Sejarah dan Makna di Balik Dasa Dharma Gerakan Pramuka

Ilustrasi Pramuka (Raihan Atha/LPM OPINI)

Dasa Dharma. Dua kata yang sudah tidak asing lagi di telinga. Sejak duduk di bangku sekolah dasar kita sudah dikenalkan melalui Gerakan Pramuka. Namun, tahukah kamu apa itu Dasa Dharma? Dasa Dharma merupakan sepuluh sikap yang harus dimiliki oleh seorang anggota Pramuka.

Dasa Dharma berasal dari kata “Dasa” yang dalam Bahasa Jawa berarti sepuluh, dan “Dharma” yang salam Bahasa Sansekerta berarti kewajiban atau aturan baik. Sehingga bila digabungkan, Dasa Dharma berarti sepuluh kewajiban yang harus dilakukan sebagai wujud kebaikan.

Sejarah Lahirnya Dasa Dharma

Terdapat proses yang panjang di balik terbentuknya Dasa Dharma Pramuka yang saat kini kita ketahui. Perubahan tidak hanya satu atau dua kali dilakukan untuk menentukan isi Dasa Dharma yang ideal dan juga relevan untuk kehidupan.

Rumusan Dasa Dharma pertama kali diberikan oleh Panitia V Pembentukan Gerakan Pramuka pada tahun 1961 dan bertahan hingga tahun 1966. Selanjutnya Dasa Dharma mengalami perubahan mulai pada tahun 1966, 1974, 1978, dan yang terakhir pada tahun 2009. Perubahan di tahun 2009 lah yang kita kenal sampai dengan saat ini.

Makna dan Pembelajaran pada Setiap Dharma

1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah sesuatu hal yang mutlak bagi umat beragama. Berada pada urutan pertama, Dharma ini dimaksudkan menjadi dasar bagi para pramuka, karena hubungan umat terhadap Tuhan adalah hal yang utama.

2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
Dharma yang kedua, berkaitan dengan rasa manusiawi dan rasa cinta kasih terhadap sesama manusia. Saling menghormati dan juga menghargai hak-hak sesama manusia adalah poin yang ingin disampaikan melalui Dharma ini.

3. Patriot yang sopan dan kesatria.
Seseorang harus memiliki jiwa yang sopan dan ksatria. Tutur kata dan perbuatan yang santun, serta berani menanggung resiko adalah cerminan jiwa kesatria dan patriotisme bagi pribadi manusia yang disampaikan melalui Dharma ke-3.

4. Patuh dan suka bermusyawarah.
Mematuhi aturan yang ada adalah sifat yang sudah selayaknya dimiliki oleh setiap individu. Pemikiran yang luas dan terbuka juga harus dimiliki, sehingga ketika mengambil keputusan yang berdampak pada kepentingan banyak orang, hendaklah di pustuskan melalui musyawarah yang mencapai mufakat.

5. Rela menolong dan tabah.
Sifat tolong menolong adalah wujud rasa kemanusiaan untuk membantu sesama makhluk yang membutuhkan, karena dalam menghadapi segala cobaan dan musibah, seorang harus tabah serta tidak mudah menyerah dan tetap semangat.

6. Rajin, terampil, dan gembira.
Rajin dan terampil berkaitan dengan sifat kreatif dan inovatif. Dua sifat positif ini hendaknya didukung dengan rasa gembira ketika melaksanakan berbagai kegiatan.

7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
Sikap hemat dan cermat tentu berkaitan dengan pengelolaan keuangan. Penerapan sikap ini sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari hari, sehingga kita dapat menjadi pribadi yang bersahaja atas tanggung jawab yang kita pegang.

8. Disiplin, berani, dan setia.
Ketepatan waktu adalah salah satu wujud menghargai waktu. Berani bukan berarti menentang, tetapi berani disini berarti mampu memperjuangkan hal yang benar dan mengakui hal yang salah. Kesetiaan adalah sikap yang hendaknya dimiliki oleh setiap individu, loyalitas kita terhadap suatu hal merupakan sebuah aset yang patut di banggakan.

9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus dipegang teguh dalam menjalankan suatu tugas. Apabila kita dapat bertanggung jawab atas apa yang kita perbuat, niscaya kita dapat menjadi seseorang yang dapat dipercaya.

10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan
Mensucikan diri dari segala hal buruk, menjauhi berbagai pengaruh negatif yang mempengaruhi pikiran, perkataan dan perbuatan.

Implementasi Dasa Dharma dalam Kehidupan Sehari-Hari
Dari penjelasan di atas, dapat kita ketahui bahwasannya pengajaran dan makna yang berasal dari Dasa Dharma tidak hanya diterapkan oleh para anggota Pramuka, tetapi hendaknya dapat diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Hal tersebut karena banyak sekali kebermanfaatan konsep dasa Dharma apabila dapat benar benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dasa Dharma akan membuat kita menjadi pribadi yang takwa, penuh kasih sayang, kesopanan dan jiwa kesatria, patuh, tolong menolong, tabah, rajin terampil, hemat dan cermat, disiplin, berani, setia, bertanggung jawab dan dapat dipercaya, dan yang terakhir suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Penulis: Dikka Prasetyo
Editor: Fani Adhiti
Redaktur Pelaksana: Luthfi Maulana
Pemimpin Redaksi: Langgeng Irma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *