
Perkenalan Finalis Mas dan Mbak Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) 2026 kembali diadakan pada Kamis (16/04) di Selasar Parkiran FISIP. Kegiatan ini merupakan rangkaian awal dari seleksi Mas dan Mbak FISIP yang bertujuan untuk memperkenalkan 22 delegasi dari masing-masing program studi (prodi) serta visi dan misi yang mereka bawakan.
Mas dan Mbak FISIP sendiri adalah sebuah paguyuban yang beranggotakan delegasi-delegasi terpilih dari setiap program studi di FISIP Undip yang akan berperan mewakili fakultas sebagai ikon representatif tiap prodi. Acara ini merupakan bagian dari kompetisi tahunan FISIP Music, Art, dan Sport Festival (Mars) yang diinisiasi oleh bidang Seni, Olahraga, dan Budaya (Soraya) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Undip.
Tema dan Mekanisme Uji Publik yang Baru dalam Ajang Mas-Mbak FISIP 2026
Ajang Mas dan Mbak FISIP 2026 mengangkat tema baru, yakni “Tri Hita Karana” yang menekankan keharmonisan nilai spiritual, sesama, dan lingkungan. Tahun ini, terdapat 22 finalis dengan masing-masing dua pasang delegasi dari prodi Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pemerintahan, Administrasi Bisnis, dan Administrasi Publik serta sepasang delegasi dari prodi Administrasi Publik Rembang.
Sejalan dengan tema baru tersebut, terdapat perbedaan mekanisme dalam Perkenalan Finalis Mas dan Mbak FISIP tahun ini. Perbedaan terutama terletak pada sesi tanya-jawab atau uji publik.
“Pewawancara tahun kemarin itu Mas-Mbak Utama serta Kabem dan Wakabem, tapi tahun ini cukup Mas-Mbak FISIP, Mas-Mbak Favorit, Mas-Mbak Pergerakan, dan Mas-Mbak Persahabatan. Terus, untuk teknis uji publiknya juga berbeda, (tahun) kemarin itu mereka berebutan tanya-jawab, tapi sekarang per finalis mendapatkan pertanyaan,” jelas Project Officer (PO) Mas dan Mbak FISIP 2026, Shafina, saat diwawancarai LPM OPINI pada Kamis (16/04).
Perubahan ini pun disambut positif oleh Mbak FISIP 2025, Rizquna. Menurutnya, inovasi ini menjadi tahapan dalam menguji lebih lanjut kelayakan para kandidat.
“Tahun ini, setelah finalis speech, langsung ada pertanyaan. Menurutku, itu adalah inovasi yang bagus karena dengan uji publik, mereka benar-benar dikritisi mahasiswa FISIP,” jelas Rizquna.

Sementara itu, rangkaian kegiatan Mas dan Mbak FISIP 2026 secara keseluruhan masih sama dengan tahun lalu. Sebelum terpilih sebagai finalis, para peserta harus terlebih dahulu mengikuti Open Registration, First Gathering, dan Wawancara. Para finalis pun diperkenalkan dalam kegiatan Perkenalan Finalis. Setelahnya, terdapat rangkaian agenda yang harus diikuti oleh para finalis hingga malam puncak, yaitu Coaching Class, Culture Class, Beauty Class, dan Social Project.
“Tentunya ada (timeline). Ada kelas-kelas, abis itu uji publik ini, kemarin ada wawancara, dan ada juga kemarin first gathering,” terang Shafina.
Mekanisme Pendelegasian dan Penilaian Finalis Mas dan Mbak FISIP 2026
Dalam pelaksanaannya, ajang Mas dan Mbak FISIP 2026 tidak menerapkan sistem gugur atau penyisihan di tingkat fakultas. Wakil Ketua Bidang (Wakabid) Soraya, Rachel Tesalonika, menjelaskan bahwa delegasi yang dikirimkan oleh setiap jurusan secara otomatis telah menjadi bagian dari paguyuban.
“Untuk hal ini, sistem penyeleksian para finalis kalau dalam konteks ‘penyisihan’ itu kita ga ada, karena setiap delegasi dari jurusan yang mendaftarkan diri ke MMF (Mas dan Mbak FISIP) itu otomatis sudah menjadi bagian dari paguyuban MMF,” jelas Rachel.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa penentuan pemenang didasarkan pada sistem penilaian (ranking). Penilaian ini diakumulasikan dari partisipasi aktif delegasi sejak tahap awal hingga kegiatan social project, serta komitmen delegasi dalam menaati peraturan di guidebook.
“Yang kita lakukan adalah sistem penilaian (ranking) untuk kebutuhan penentuan siapa yang nantinya akan terpilih menjadi Mas dan Mbak FISIP di tahun ini. Penilaiannya dihitung dari seluruh partisipasi aktif delegasi dalam rangkaian-rangkaian sebelum malam puncak,” tuturnya.
Nantinya, pada saat malam puncak, penilaian tersebut akan dielaborasi dengan penilaian dari panelis untuk menentukan gelar utama dan berbagai nominasi lainnya.
Persiapan, Motivasi, dan Isu yang Diangkat Para Kandidat Mas dan Mbak FISIP 2026

Dalam perjalanan menjadi finalis Mas dan Mbak FISIP 2026, para peserta memulai persiapannya dari jauh-jauh hari. Salah satu finalis Mas dan Mbak FISIP 2026 dari prodi Ilmu Komunikasi angkatan 2025, Abi, mengaku mulai mempersiapkan diri sejak dua bulan yang lalu dengan mengikuti ajang Mas dan Mbak Ilmu Komunikasi (Ilkom) 2026.
“Kayaknya dua bulan yang lalu itu, ada pendaftaran Mas-Mbak dari (bidang) Mikat (Minat dan Bakat) (Himpunan Mahasiswa Program Studi) Ilkom. Nah, dari situ aku mulai mempersiapkan diri dengan visi-misi, wawancara, uji publik, hingga sering banget coaching sama Mas-Mbak Ilkom tahun lalu,” terang Abi.
Bagi Abi, partisipasinya dalam ajang ini selain dimaksudkan sebagai sarana pengembangan diri, juga didorong oleh motivasi untuk berkontribusi langsung kepada mahasiswa.
“Aku pengen nge-push diriku, sejauh mana, sih, aku bisa berprogres. Selain itu, (karena) aku ikut bidang Pengabdian Masyarakat, aku juga pengen buat terjun langsung ke mahasiswanya. Nah, salah satu caranya di Mas-Mbak ini,” ucapnya.
Motivasi tersebut tecermin ketika para finalis secara bergantian menyampaikan visi-misi serta isu dan topik yang mereka angkat. Sepasang finalis perwakilan Administrasi Publik Rembang, Wisnu dan Sabrina, mengangkat kesenjangan akomodasi dan fasilitas antara Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) dan kampus utama.
“Isu dari Rembang yang dibawa ke sini, yakni masih kurang majunya PSDKU. Banyak persiapan seperti transportasi dan akomodasi yang tidak ada untuk kita. Demikian juga fasilitas. Di sini perpustakaan, lift, dan juga trotoar sudah bagus. Di sana banyak fasilitas yang masih dalam pembangunan. Itu yang kami bawa ke sini,” jelas Wisnu.
Berbeda dengan Wisnu dan Sabrina, Abi berfokus pada isu kesehatan mental mahasiswa.
“Kan kita sendiri mahasiswa, ya. Banyak banget tuntutannya, entah itu tuntutan akademik, sosial, bahkan mungkin tuntutan dari orang tua harus gimana-gimana. Nah, aku pengen coba bangun kesadaran mahasiswa bahwa kita di sini, tuh, gak sendirian. Makanya aku bawa sebuah visi, yaitu menjadikan FISIP sebagai ruang progresif yang aman dan di mana mahasiswa dapat bertemu secara utuh dan saling membantu,” ucap Abi.
Tantangan untuk Dihadapi serta Harapan untuk Diwujudkan oleh Mas dan Mbak FISIP 2026
Menjadi Mas dan Mbak FISIP bukan hal yang mudah, sebab selain harus berperan sebagai wajah mahasiswa FISIP yang inspiratif, mereka juga harus mewujudkan visi-misi, program kerja, serta topik yang diangkat sejak Perkenalan Finalis. Hal ini ditegaskan oleh ucapan Mbak FISIP tahun lalu, Rizquna, tentang tantangan terbesar yang akan dihadapi Mas dan Mbak FISIP 2026.
“Tantangan terbesar adalah pada diri mereka sendiri yang harus bisa untuk berkomitmen, kemudian juga bisa bertanggung jawab terhadap paguyuban, proker-proker yang mereka sudah rancang, kemudian visi-misi yang mereka sudah buat,” terang Rizquna.
Ia pun berharap supaya Mas dan Mbak FISIP 2026 yang terpilih amanah dan berkomitmen, tidak hanya mengejar titel, tetapi benar-benar menjadi sosok teladan bagi mahasiswa.
“Karena kalau misalnya kita lihat representasi itu bukan berarti duta-dutaan aja, tetapi juga bagaimana kita (berperan) sebagai role model bagi teman-teman di sekitar kita. Jadi aku harap Mas-Mbak FISIP 2026 ini punya tanggung jawab dan komitmen penuh terhadap paguyuban,” jelasnya lebih lanjut.
Senada dengan harapan tersebut, Shafina selaku PO acara menyampaikan harapannya terkait keberlangsungan acara serta kepengurusan Mas dan Mbak FISIP yang akan datang.
“Semoga mereka bisa menjunjung tinggi nilai sportivitas dan juga kebersamaan. Dan semoga mereka bisa menjalankan dengan baik kepengurusan mereka selama satu periode di paguyuban Mas-Mbak FISIP.” pungkasnya.
Reporter: Shafa Sylvia Rahma, Sri Kumala Sari, Moh. Arif Maulana Azmi, Dafan Mahendra
Penulis: Ridzqie Abdillah
Editor: Taufiqurrahman Alfarisi
Pemimpin Redaksi: Najwa Rahma
