02/12/2022

Merangkum Resah Kendornya Kebersihan Kantin FISIP

Potret Kantin FISIP (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Dengan berjalannya kembali perkuliahan luring, fasilitas kantin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip) beroperasi secara aktif dalam penyediaan lokasi untuk membeli makanan dan minuman. Di tengah hiruk pikuk kegiatan perkuliahan, kantin yang seharusnya menjadi tempat untuk bersantai yang nyaman ternodai dengan kebersihan yang dinilai kurang terjaga.

Banyaknya sampah yang tidak dibersihkan, sekaligus piring dan gelas kotor yang tidak dibereskan acap kali menimbulkan rasa tidak nyaman bagi mahasiswa ketika hendak makan di kantin.

“Menurut aku, kantin FISIP dari segi kebersihan itu kurang bersih, maksudnya dari tempat duduknya dan lingkungannya itu kurang terjaga,” 

“Kurang terjaga maksudnya nggak ada pihak kebersihan yang terus-terusan membersihkan kantin. Mungkin dibersihinnya pagi atau sore, jadi di tengah-tengah banyaknya mahasiswa itu kantin FISIP kurang bersih karena banyak sisa makanan yang nggak dibersihin di atas meja,” terang Melissa, selaku mahasiswa Ilmu Komunikasi.

Menyoal kebersihan, penyewa kantin menyoroti kurangnya tenaga outsourcing (tenaga cleaning service) sebagai salah satu faktor penurunan kebersihan kantin FISIP dibandingkan pada masa sebelum pandemi.

Lasni, selaku salah satu penjaja kantin FISIP Undip, mengungkapkan bahwa upaya penanganan sampah sudah pernah dibicarakan pada rapat kebersihan sebelum perkuliahan luring berjalan.

“Untuk sampah, memang kami sudah membicarakan bagaimana menangani sampahnya kantin karena kan banyak sekali sampah dan kurangnya petugas kebersihan, karena mungkin dari pandemi kemarin dikurangi karena tidak ada aktivitas,” ujar Lasni saat diwawancarai LPM OPINI pada Rabu (8/9).

Kurangnya jumlah cleaning service di tengah ramainya aktivitas mahasiswa di kantin menjadi kendala bagi pihak penjual di kantin, sebab sulit untuk mengontrol sampah-sampah yang harus dibersihkan.

“Menurut cleaning service-nya memang tenaganya sangat kurang, jadi dibagi-bagi, makanya kami selaku pengelola kantin diminta kerja samanya untuk kebersihan,” lanjutnya.

Win, selaku salah satu penjual di kantin FISIP yang telah bekerja sejak sebelum masa pandemi menekankan terkait perbandingan situasi kebersihan kantin FISIP tahun ini yang berbeda jauh dengan keadaan kantin dua tahun yang lalu.

“Masalah kebersihan itu jelas ada perbedaan. Kalau periode dua tahun sebelumnya, itu kan sebelum masa covid. Kebersihan kantin itu teratur, tertata, dan terjadwal,” jelas Win.

Win juga menegaskan bahwa pihak penyewa seharusnya tidak perlu memikirkan masalah dari segi kebersihan kantin, tetapi mandor cleaning service berpatok pada perjanjian kontrak yang  tidak menerangkan masalah tersebut.

“Mandornya cleaning service itu sering datang, ngecek. Bilangnya sih, tidak ada di perjanjian kontrak masalah kebersihan. Jadi outsourcing cleaning service itu, padahal jauh sebelumnya kebersihan sudah mencakup fasilitas yang ada di kantin ini, maksudnya termasuk kebersihan itu,” ungkap Win.

Segianya Mahasiswa Turut Jadi Aktor yang Ambil Tanggung Jawab

Menciptakan lingkungan kantin yang bersih bernilai penting sebagai fasilitas kampus yang memprioritaskan kenyamanan warga kampus. Lantaran fasilitas kantin digunakan secara terbuka, maka kebersihan kantin tidak hanya dibebankan pada satu orang.

“Sebenarnya sih pihak penyewa, tetapi kan pihak penyewa juga berbatasan waktu sama tenaga kan. Itu juga terutama dari pihak kampus,”

“Semua harusnya bertanggung jawab, tapi yang menjadi tombaknya harusnya dari pihak kampus,” tutur Win.

Ada pun pendapat lain yang mengatakan bahwa mahasiswa yang seyogiaya bertanggung jawab atas kebersihan kantin, dikarenakan sulitnya pihak kantin untuk mengontrol kebersihan sambil berjualan.

“Kalau dibilang seluruh warga kantin yang menggunakan kantin sih, menurutku kurang tepat karena Ibu atau Bapak yang jualan kan pastinya susah untuk mengontrol semua kantin, untuk membersihkannya. Itu pasti kan tidak terkontrol semuanya, jadi menurutku yang bertanggung jawab ya kita sebagai mahasiswa yang menggunakan fasilitas kantin,” kata Vanessa, selaku mahasiswa Ilmu Komunikasi 2021.

Vanessa juga berpendapat bahwa kesadaran mahasiswa akan kebersihan kantin saat ini masih minim. Hal ini dinilai dari kurangnya konsiderasi bahwa ada banyak sekali orang yang menggunakan fasilitas kantin FISIP.

“Kalau sehabis dipakai harus dibersihkan lagi karena yang pakai bukan cuma dia, tapi bergantian,” lanjutnya.

Sampah yang dihasilkan dari aktivitas di kantin umumnya merupakan jenis sampah yang mudah busuk, sehingga apabila tidak segera dibuang dapat menimbulkan aroma yang tidak sedap dan hal itu akan mengurangi kenyamanan mahasiswa ketika sedang menggunakan fasilitas kantin. Dengan demikian, kesadaran mahasiswa untuk membersihkan sampah miliknya dan kesadaran untuk saling mengingatkan satu dengan yang lain mampu berdampak pada kebersihan kantin FISIP.

“Dari mahasiswanya sendiri harus memiliki kesadaran diri kalau misalnya kita sama-sama di FISIP menggunakan tempat, berbagi fasilitas bersama, jadi jangan seenaknya sendiri,” tutur Esteria, selaku mahasiswa Ilmu Komunikasi.

Melihat kendala yang dialami penyewa kantin karena kurangnya tenaga kebersihan, peran mahasiswa sebagai bagian dari penghuni kantin FISIP semakin ditekan dari sesama mahasiswa FISIP sendiri. Hal-hal seperti membuang sampah sendiri, serta membereskan piring-piring sisa makanan menjadi contoh perilaku yang diharapkan sesama mahasiswa.

“Kalau menurut aku, misalnya kita habis beli makanan terus kita makan di kantin, itu sampahnya langsung dibuang karena ada tempat sampah di kantin,” pungkasnya.

Kantin Ideal Menurut Mahasiswa

Dalam mewujudkan kantin yang ideal bagi pengguna kantin FISIP Undip, harapan mahasiswa secara umum dapat dijadikan tolak ukur bersama. Gambaran kantin yang ideal oleh mahasiswa sering kali dikaitkan dengan kebersihan, sebab kebersihan memengaruhi kenyamanan penghuninya.

“Kalau menurutku yang pasti itu kebersihan karena kantin nggak dipakai satu orang atau dua orang, apalagi kantin FISIP mempunyai kios atau warung yang lebih dari tiga dan mahasiswa FISIP itu kan beratus-ratus, jadi menurutku yang nomor satu pastinya kebersihan,” ungkap Esteria.

Sebagai fasilitas yang berguna untuk melayani mahasiswa dalam pemenuhan gizi, dari penyediaan makanan, minuman, serta lokasi yang nyaman, kantin FISIP diharapkan mampu menyediakan fasilitas yang bersih dan nyaman, seperti yang sudah dilaksanakan dua tahun silam.

Penulis: Cheryl Lizka

Editor: Luthfi Maulana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *