22/10/2021

Miracle in Cell No. 7: Antara Cinta, Kasih, dan Keajaiban

Sumber Gambar: imbd.com

Judul Film : Miracle in Cell No.7

Sutradara : Nuel C. Naval

Penulis Naskah : Mel Mendoza del Rosario

Pemain : Aga Muhlach, Xia Vigor, Bella Padilla, JC Santos, dll

Tahun Rilis : 25 Desember 2019

Durasi Film : 119 menit

Negara Asal : Filipina

 

Miracle in Cell No. 7 merupakan film yang menghadirkan “keajaiban” bagi penontonnya. Seperti judulnya, kisah tentang keajaiban ini hadir di sel bui melalui kepolosan hati seorang anak perempuan. Film yang rilis pertama kali di Korea Selatan pada 2013 ini nyatanya sangat fenomenal hingga mampu membuat penontonnya ikut terharu dengan alur cerita yang ada. Begitu fenomenalnya Miracle in Cell No. 7 maka sejumlah negara seperti Turki, Filipina, maupun Indonesia melakukan remake terhadap film asal Korea Selatan tersebut.

Dalam versi Filipina yang rilis pada 2019, Miracle in Cell No. 7 nyatanya tetap mampu membawa penonton merasakan kehangatan dan kesedihan dalam satu waktu yang sama. Miracle in Cell No. 7 versi Filipina menceritakan kisah Joselito Gopez, seorang ayah tunggal yang memiliki anak perempuan bernama Yesha. Meskipun Joselito mengidap keterbelakangan mental, nyatanya Yesha tetap menganggapnya sebagai ayah terhebat yang pernah ada. Namun siapa sangka hidup mereka yang bahagia itu akan berubah dalam sekejap hanya karena sebuah tas.

Konflik bermula saat Yesha menginginkan sebuah tas merah muda bergambar Sailor Moon yang dipajang di sebuah toko. Joselito yang saat itu belum memiliki uang terpaksa mengatakan bahwa ia akan membelikan tas itu besok setelah menerima gajinya. Namun, malang bagi Yesha karena tepat setelah ayahnya mengatakan hal itu, tas Sailor Moon incarannya sudah dibeli oleh gadis lain di toko tersebut. Keesokan harinya, Joselito kembali bertemu dengan gadis itu yang kemudian menunjukkannya toko lain yang menjual tas Sailor Moon incaran Yesha. Tak disangka ketika Joselito mencoba mengikutinya, gadis itu tiba–tiba tewas tergelincir di hadapannya dengan kepala yang terbentur ke tanah. Ketika Joselito berusaha menyelamatkan nyawanya, ia malah disangka sebagai pembunuh setelah berusaha memperkosa gadis tersebut. Peristiwa selanjutnya dapat kita tebak dengan mudah karena pada akhirnya Joselito harus mendekam di sel nomor 7 yang merupakan sel khusus dengan keamanan paling tinggi.

Berakhir di penjara tak lantas membuat Yesha benci kepada ayahnya. Anak perempuan berusia 6 tahun ini yakin bahwa ayahnya tidak melakukan pembunuhan dan pemerkosaan. Yesha kecil pada akhirnya harus tinggal di panti asuhan dan tidak memiliki kesempatan bertemu ayahnya. Namun, Tuhan ternyata masih berpihak padanya karena kesempatan itu datang manakala teman satu sel Joselito berhasil membawa Yesha masuk ke dalam sel untuk bertemu dengan ayahnya.

Adegan mengharukan selanjutnya terjadi ketika Joselito dengan eratnya memeluk Yesha di dalam penjara. Joselito yang memiliki keterbelakangan mental berusaha menjelaskan mengapa ia berakhir di penjara. Namun, Yesha yang memiliki pemikiran dewasa itu tidak butuh penjelasannya karena ia berkeyakinan bahwa ayahnya merupakan orang baik yang tidak bersalah. Hadirnya Yesha di sel nomor 7 nyatanya mampu membawa kehangatan bagi penghuni sel lainnya. Yesha dengan kepolosannya memberikan apa yang disebut sebagai “cinta” kepada penghuni lainnya. Meskipun berhasil masuk ke dalam sel ayahnya, kebahagiaan itu tidak berakhir lama karena Yesha yang ketahuan mengakibatkan ayahnya mendapat siksaan lebih berat dari sipir penjara.

Miracle in Cell No. 7 versi Filipina tidak melulu berisi kisah sedih yang menimpa Joselito dan Yesha. Karakter Joselito yang baik dan sangat menyayangi Yesha pada akhirnya berhasil membuat orang lain percaya bahwa ia tidak melakukan pembunuhan dan pemerkosaan. Perlahan tapi pasti setiap orang di bui kemudian membantu Joselito untuk membawa Yesha masuk ke dalam sel nomor 7 untuk menemuinya. Polosnya Yesha nyatanya mampu mengubah setiap penghuni untuk berkelakuan lebih baik kepada Joselito hingga akhirnya mereka sepakat untuk membantu Joselito agar lepas dari hukumannya. Upaya itu sayangnya tak selaras dengan kehendak Tuhan. Joselito yang tidak bersalah akhirnya harus berpisah dengan putri kecilnya untuk selama-lamanya.  

Kisah menyentuh Miracle in Cell No. 7 versi Filipina pada dasarnya tak memiliki perbedaan yang banyak dengan versi aslinya. Meskipun versi Filipina dibuat dengan anggaran yang lebih sedikit dibanding versi Korea, namun penulis tetap mampu menghadirkan perasaan hangat di benak penonton ketika melihatnya. Miracle in Cell No. 7 versi Filipina menampakkan berbagai pelajaran hidup yang membuat penonton mampu meresapi setiap perasaan yang disampaikan penulis di dalamnya.

 

Penulis: Anisa Azriana

Editor: Langgeng Irma

Pemimpin Redaksi: Langgeng Irma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *