
Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Universitas Diponegoro (Undip) 2026 telah diselenggarakan pada Sabtu (15/08) di Stadion Universitas Diponegoro. Acara ini diadakan sebagai puncak penyambutan sebanyak 16.267 mahasiswa baru (maba) Undip 2026 yang telah melalui berbagai rangkaian orientasi dan kaderisasi di tingkat fakultas. Mengusung tema “Design Your Path, Define Your Future”, acara ini juga dimaksudkan sebagai simbolisasi langkah pertama maba dalam mengenal diri dan menentukan masa depannya.
“Selain memperkenalkan lingkungan kampus, kami juga ingin menggugah niat maba untuk terlibat dalam wadah pengembangan diri yang tersedia di Undip, baik itu organisasi mahasiswa maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM),” ucap Project Officer (PO) ODM Undip 2026, Jovan Manuel Chevaz, ketika diwawancarai LPM OPINI pada Sabtu (15/08).
Hal-Hal Baru di ODM 2026: Dipscussion dengan Xaviera hingga Pertunjukan Musik Yovie & Nuno
Selain tema baru, terdapat beberapa hal yang membedakan ODM tahun ini dengan tahun sebelumnya. Hal pertama adalah sosok tamu undangan di sesi Dipscussion (diskusi dengan sosok inspiratif) dan pertunjukan musik. Di sesi Dipscussion, ODM tahun ini mengundang kreator konten Xaviera Putri. Adapun sesi pertunjukan musik tahun ini menampilkan Yovie & Nuno.

Di samping itu, penampilan-penampilan persembahan mahasiswa hingga stan yang tersedia di sekitar lokasi ODM pun mengalami pembaruan. Penampilan mahasiswa tersebut meliputi Tari Pathaswara, penampilan silat dan taekwondo, hingga konsep tarian dan drama musikal “Mahakarya” yang baru. Deretan stan pun kini menyediakan stan dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang memamerkan produk-produk milik perwakilan mahasiswa. Menurut Jovan, stan PKM diadakan untuk mendukung salah satu visi Undip.
“(Salah satu) visi Undip adalah menciptakan lingkungan yang unggul dalam riset. PKM adalah wadah pengembangan untuk itu. Itulah mengapa kami ingin mengenalkan hal ini lebih awal kepada para maba,” terang Jovan.

Meski terdapat beberapa pembaruan, rangkaian acara ODM tahun ini secara garis besar sama dengan tahun sebelumnya. Acara dimulai dengan pertunjukan mozaik oleh maba pada pukul 07.45 WIB, dilanjut dengan berbagai pembukaan dan sambutan. Acara inti kemudian terdiri atas parade UKM dan organisasi mahasiswa Undip, sesi Dipscussion, penampilan “Mahakarya”, serta orasi para ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Terakhir adalah penutupan yang diikuti penampilan musik oleh Yovie & Nuno.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh para maba. Setelah acara selesai pada pukul 12.15 WIB, para maba pun membubarkan diri dengan tertib.
Bersiap dari Jam Empat Pagi: Tingginya Antusiasme dan Berbagai Kesan Maba dalam ODM Tahun Ini
Para maba menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti ODM kali ini. Maba Teknik Komputer Undip, Beni, sampai mengaku bangun dan bersiap-siap dari jam empat pagi, lalu sampai di Stadion Undip pada pukul lima pagi.
“Aku bener-bener gak sangka bakal serame itu, padahal baru jam lima,” ucap Beni.
Beni juga menunjukkan antusiasmenya dengan berpartisipasi langsung dalam penampilan mozaik. Ia mengaku senang karena itu merupakan pengalaman pertamanya. Selain itu, Beni mengaku puas dengan fasilitas konsumsi yang disediakan panitia.

Sependapat dengan Beni, maba Ilmu Komunikasi Undip, Sevina, dan maba Manajemen Undip, Firda, juga menunjukkan semangatnya. Meski tidak terlibat langsung dalam penampilan mozaik, mereka memuji penampilan tersebut.
“Formasinya banyak, gambarnya bagus. Tadi ada yang berdiri dan duduk. Menurut aku keren banget,” ujar Sevina.
Meski demikian, para maba turut mengungkapkan berbagai keluhan yang mereka alami sepanjang acara. Sevina dan Firda mengaku tidak dapat mengikuti acara dengan baik karena masalah sistem tata suara yang kurang merata.
“Kebetulan kita duduknya di tengah yang gak ada sound system-nya. Jadi kita gak denger suara [acara yang sedang berlangsung] di depan. Cuma lihat TV-nya aja,” jelas Sevina.
Selain masalah teknis, cuaca Tembalang yang panas juga menjadi perhatian. Mereka juga mengajukan agar panitia dapat mengundang bintang tamu yang lebih sesuai dengan ekspektasi mereka. Meski demikian, Firda dan Sevina setuju bahwa ODM tahun ini berhasil meninggalkan kesan baik bagi mereka.
“ODM sudah menyiapkan yang terbaik buat maba 2026. Jadi kita juga enjoy banget sih acaranya,” ucap Sevina.
Tantangan dalam Pelaksanaan ODM 2026 dan Harapan untuk ODM Mendatang

Sebagai acara besar yang selalu ada setiap tahun, ODM bukanlah acara yang mudah untuk diselenggarakan. Jovan mengakui bahwa panitia mengalami beberapa tantangan dalam mewujudkan ODM tahun ini.
“Tantangannya, sih, kita harus meng-handle stakeholder yang sebanyak ini dan audiens dengan skala yang sangat besar. Jadi lebih ke bagaimana kita membangun hubungan dengan para stakeholder aja, sih,” jelas Jovan.
Meski acaranya baru saja selesai, ia memiliki beberapa harapan untuk ODM selanjutnya. Ia berharap bahwa antusiasme mahasiswa baru di ODM tahun mendatang semakin meningkat.
“Selain itu, aku juga berharap ODM tahun depan bisa mengeksplor berbagai mata acara yang lebih kreatif,” pungkasnya.
Reporter: Moh. Arif Maulana Azmi, Yasinta Alicyagrace
Penulis: Ridzqie Abdillah
Editor: Kayla Fauziah
Pemimpin Redaksi: Najwa Rahma
