ORYGIN 2026: Hadirkan Konsep Light Wanderers untuk Sambut Mahasiswa Baru FISIP Undip

Kemeriahan ORYGIN diwarnai dengan nyala asap flare (Sumber foto: Najwa Rahma)

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar Orange’s Youth Inauguration (ORYGIN) 2026 pada Jumat (14/8) di FISIP Undip. Mengusung tema Light Wanderers, kegiatan ini menjadi rangkaian penyambutan mahasiswa baru FISIP Undip dengan menghadirkan sejumlah agenda, termasuk prosesi seremonial yang baru diterapkan tahun ini.

 

ORYGIN 2026 Hadirkan Konsep Baru

ORYGIN 2026 diisi dengan berbagai rangkaian, mulai dari sambutan, prosesi seremonial, penampilan mahakarya, orasi Kahim, dan parade dari masing-masing jurusan. Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan Awarding Jejak Langkah FISIP, Gema Jiwa Mahasiswa, dan Dewan Mahasiswa Suporter (DEMAS) FISIP Welcoming Maba.

Project Officer ORYGIN 2026, Belvanov Bayanaka Pragasa, menjelaskan bahwa rangkaian ORYGIN tahun ini secara umum tidak jauh berbeda dari pelaksanaan sebelumnya. Namun, terdapat pembaruan berupa prosesi seremonial yang untuk pertama kalinya dihadirkan dalam ORYGIN.

“Untuk ORYGIN tahun ini kami adakan prosesi seremonial, yang sebelumnya memang tidak pernah ada,” ujar Naka ketika diwawancara oleh pihak LPM OPINI pada Jumat (14/8).

Dalam prosesi tersebut, para Ketua Himpunan Mahasiswa (Kahim) membawa bendera masing-masing program studi, sementara Ketua BEM (Kabem) dan Ketua Senat Mahasiswa (Kasenat) membawa bendera organisasi masing-masing untuk kemudian ditancapkan pada tempat yang telah disediakan. Prosesi kemudian dilanjutkan oleh jajaran dekanat FISIP yang membawa dan menancapkan bendera FISIP.

Selain menghadirkan rangkaian seremonial, ORYGIN 2026 mengangkat tema Light Wanderers yang dimaknai sebagai pengembara cahaya. Tema tersebut membawa harapan agar mahasiswa baru dapat memperjuangkan kedaulatan mereka tanpa membawa latar belakang maupun hal-hal dari masa lalu.

“Maksud dari tema kami adalah para mahasiswa baru membawa dan memperjuangkan kedaulatan mereka tanpa membawa latar belakang mereka,” ucapnya.

Persiapan ORYGIN tahun ini juga dilakukan lebih awal dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Naka menyebut panitia melaksanakan gladi dan berbagai persiapan lainnya dengan intensitas yang lebih banyak.

“Tahun ini ORYGIN FISIP Undip lebih siap, karena kita melaksanakan gladi dan beberapa hal lainnya lebih cepat dan lebih banyak. Kalau kita lihat di tahun kemarin, gladi hanya dilakukan sekali saja,” jelas Naka.

Koordinasi dalam persiapan kegiatan turut melibatkan pihak dekanat. Ketua BEM (Kabem) FISIP Undip, Rijaldi Rauf, mengatakan koordinasi telah dilakukan sejak sekitar dua bulan secara efektif sebelum pelaksanaan. Koordinasi tersebut melibatkan tim mahasiswa dan dosen dalam pembentukan berbagai kelompok kerja serta divisi yang berkaitan dengan rangkaian penyambutan mahasiswa baru.

“Selama satu setengah hingga dua bulan terakhir, koordinasi tim mahasiswa dan dosen bersama pihak dekanat berjalan efektif melalui rapat harian dan evaluasi, mulai dari tahap pembentukan tim, pelaksanaan seluruh divisi acara, hingga ORYGIN hari ini,” jelas Rauf.

 

Mengenalkan Isu Sosial Politik kepada Mahasiswa Baru

Ketua Senat Mahasiswa (Kasenat) menyampaikan orasi di hadapan peserta ORYGIN (Sumber foto: Najwa Rahma)

Tidak hanya menjadi ruang penyambutan, ORYGIN juga memperkenalkan mahasiswa baru pada isu sosial dan politik. Salah satunya melalui orasi dan penyampaian isu oleh Ketua Himpunan Mahasiswa (Kahim).

Rauf menilai penyampaian isu tersebut penting untuk membangun kesadaran mahasiswa baru terhadap kondisi sosial dan politik di Indonesia. Menurutnya, mahasiswa FISIP perlu memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial-politik yang terjadi di sekitarnya.

“Kita sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik harus selayaknya sadar dengan kondisi politik dan juga sosial yang ada di Indonesia sekarang,” ungkapnya.

Menurut Rauf, mahasiswa baru sedang mengalami masa transisi dari siswa menjadi mahasiswa. Karena itu, pengenalan terhadap peran dan fungsi mahasiswa perlu diberikan sejak awal melalui berbagai rangkaian, termasuk orasi yang disampaikan oleh Kahim, Kasenat, maupun Kabem.

Di sisi lain, kemeriahan rangkaian ORYGIN turut dirasakan oleh mahasiswa baru. Mahasiswa baru Program Studi Hubungan Internasional, Adriano Jeconia Padama, mengaku senang dengan pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Wah, perasaannya sangat bahagia, karena meriah sekali,” tutur Dede.

Salah satu hal yang paling berkesan bagi Dede adalah penampilan dari mahasiswa baru Hubungan Internasional. Ia merasa antusias karena dapat menyaksikan penampilan tersebut bersama teman-teman satu program studinya.

“Saat penampilan dari hubungan internasional itu paling memorable, karena kami semua di depan bersama-sama,” katanya.

Pengalaman mengikuti ORYGIN juga dirasakan oleh mahasiswa baru Administrasi Publik PSDKU Rembang, Muhammad Stefano Febrian. Bersama mahasiswa baru lainnya, Stefano berangkat dari Rembang pukul 05.00 WIB dan tiba di FISIP Undip sekitar pukul 09.00 WIB.

Tahun ini, mahasiswa baru PSDKU Rembang mendapatkan fasilitas transportasi dari universitas. Stefano mengatakan fasilitas tersebut diberikan setelah salah seorang mahasiswa baru menyampaikan aspirasi kepada Dekan FISIP yang kemudian diteruskan kepada Rektor Undip.

“Di tahun-tahun sebelumnya kita tidak ada transportasi yang difasilitasi oleh universitas. Tapi di tahun ini kita ada salah satu teman kita yang mengaspirasikan kepada Pak Dekan. Lalu Pak Dekan sampaikan ke Pak Rektor. Sehingga kita alhamdulillah-nya difasilitasi,” jelas Stefano.

Meski demikian, Stefano mengaku persiapan keberangkatan dilakukan dalam waktu yang cukup singkat karena informasi mengenai fasilitas transportasi disampaikan secara mendadak.

“Kita sebenarnya agak keteteran karena informasi yang disampaikan itu sedikit mendadak. Jadi semalam kita baru mempersiapkan keberangkatan ini,” ujarnya.

Setelah mengikuti rangkaian ORYGIN, Stefano menilai kegiatan tersebut memberikan suasana yang berbeda karena mahasiswa baru dari berbagai program studi dapat berkumpul dalam satu fakultas.

“Seru banget karena suasananya beda. Karena kita menghadiri ORYGIN secara langsung, jadi ramai, ketemu satu fakultas,” ungkapnya.

 

Merawat Semangat ORYGIN

Perwakilan mahasiswa dari setiap program studi menerima penghargaan dalam sesi awarding (Sumber foto: Amadea Kalila)

Pelaksanaan ORYGIN 2026 yang telah dipersiapkan lebih awal tetap menyisakan beberapa hal yang dapat menjadi evaluasi untuk tahun berikutnya. Naka menyebut aspek dekorasi menjadi salah satu hal yang perlu ditingkatkan, khususnya pada panggung main event.

Menurutnya, pembentukan tim dekorasi secara khusus dapat membuat panggung lebih menarik secara visual dan membantu menciptakan pengalaman yang lebih mudah diingat oleh mahasiswa baru.

“Mungkin di tahun depan kami akan mengadakan tim dekorasi. Biar nanti panggung yang ada dapat terlihat secara jelas, khususnya saat main event,” jelas Naka.

Tak lupa, Naka berharap ORYGIN dapat terus berjalan dengan lancar pada tahun-tahun berikutnya. Senada dengan hal tersebut, Stefano berharap kemeriahan ORYGIN dapat terus ditingkatkan.

“Semoga di tahun-tahun selanjutnya ORYGIN semakin meriah,” ujar Stefano.

Lebih jauh, Rauf berharap ORYGIN tidak hanya meninggalkan kesan bagi mahasiswa baru, tetapi juga menjadi awal bagi mereka untuk memahami peran sebagai mahasiswa.

“Harapannya mereka selain menjadi insan yang akademis bisa menjadi insan pecinta dan juga pengabdi kepada masyarakat Indonesia.” tutup Rauf.

 

 

Reporter: Niemas Aulia, Faiza Zaki, Dafan Mahendra, Amadea Kalila

Penulis: Amadea Kalila

Editor: Kayla Fauziah

Pemimpin Redaksi: Najwa Rahma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *