13/04/2021

EC Pemira FISIP Undip Belum Bisa Pastikan Sistem E-Voting dalam Pemira 2020

LPM OPINI – Belum pulihnya negara dari pandemi memaksa mahasiswa untuk tetap melakukan kegiatan perkuliahan di rumah, pun dengan pemilihan raya tahun ini. Pemira yang biasanya dilaksanakan dengan antre mencoblos Calon Senator serta Calon Ketua – Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), kali ini dilaksanakan dengan guliran jari di gawai.

Sistem pemilihan secara daring atau e-voting untuk pemilihan raya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip) sebenarnya belum memiliki kepastian terkait perangkat. Hal ini dikarenakan belum finalnya persiapan platform dari pihak universitas. Kendati demikian, Election Committee (EC) FISIP Undip bersama fakultas telah menyiapkan perangkat alternatif menggunakan Microsoft Form.

“Dari fakultas tadinya ingin coba input menggunakan platform yang disediakan Undip. Undip ini ada tim IT-nya sendiri, mereka sebenarnya lagi nyiapin SSO buat nanti dijadikan platform pemira. Cuma kalau timeline sedang mundur dikarenakan beberapa hal, untuk berjaga-jaga nantinya dari Panlih Pemira FISIP kemungkinan ingin mencoba memakai Ms. Form di Ms. Teams,” tegas Ketua EC FISIP Undip, Muhammad Lutfhi Raihan saat diwawancarai LPM OPINI pada Rabu (2/12).

Lutfhi juga menjanjikan sosialisasi sistem e-vote beserta media digital yang akan digunakan kepada mahasiswa pemilih, setelah adanya kepastian terkait platform tersebut.

“Pasti ada sosialisasi, kita lagi nunggu dari Undip apakah mereka akan lama atau enggak, kalau misalnya kelamaan nanti kita bakal sosialisasikan platform yang disediakan oleh fakultas, yaitu Ms. Forms yang ada di Ms. Teams,” terangnya.

Antisipasi Risiko Kecurangan dan Kendala

Terkait dengan pengamanan dari risiko kecurangan, Lutfhi mengaku EC sudah mempersiapkan tim IT yang nantinya akan bertugas sebagai garda pengaman e-voting.

“Niatnya jadinya hasil pemiranya dari satu pintu saja, ibaratnya di panlih kami kan juga ada tim IT dan di panlih-panlih lain juga ada tim IT,  jadi yang bisa akses cuma divisi IT-nya aja, dan juga terutama baik dari universitas dan fakultas yang bisa akses, itu yang pertama,” ungkapnya.

Lebih lanjut Lutfhi mengatakan baik EC dan universitas sama-sama berniat untuk mengubah kata sandi akun mahasiswa untuk meminimalisasi kecurangan.

“Kita gak bisa munafik banyak orang yang tahu akun kita buat dipakai tipsen (titip absen). Nah, dari SSO dan dari Teams sendiri nanti niatnya kami dari Panlih FISIP ingin berbicara pada fakultas, kalau ingin memakai Ms. Form tolong password-nya untuk diganti; itu buat minimalisir kecurangan, lah. Dan juga dari yang SSO juga sama, niatnya mereka bakal mengubah password SSO kita, dan juga seandainya pakai platform Undip tuh, buat ngakses SSO mesti vote dulu. Jadi, kalau seandainya belum ngevote itu gak bisa (akses SSO), cuma kalau Ms. Form, nah ini masih dicari lagi caranya gimana,” jelasnya.

Berkaitan dengan belum pastinya perangkat vote yang akan digunakan, Lutfhi juga tidak menutup kemungkinan terkait adanya pengunduran jadwal apabila platform tersebut nantinya masih belum final.

“Misalnya pun kita merasa belum finish platform-nya, kita juga tetap tidak memaksakan, paling nanti hari H Pemira kan tadinya tanggal 10, mungkin bakal rada dimundurin dua hari atau berapa hari agar jadi maksimal, karena walaupun online, kita seenggaknya maksimalkan untuk celah-celah itu tertutupi,” terangnya.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Lutfhi berkomitmen pihaknya akan memperkuat koordinasi dari Tim Divisi IT EC dengan fakultas dan juga universitas untuk dapat meminimalisasi kendala atau risiko kecurangan.

“Yang paling penting adalah; pertama, koordinasi sama Tim IT dari universitas dan juga dari fakultas, dan yang kedua memberikan akses yang hanya ke orang tertentu yaitu dari panlih dan juga dari Tim IT-nya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Lutfhi menimpali dirinya bersama EC Pemira FISIP Undip akan berkomitmen untuk membenahi angka partisipasi Pemira tahun ini serta menyiapkan momentum pemilihan yang dilakukan perdana secara daring, dengan semaksimal mungkin.

“Yang paling kita tekankan adalah angka partisipasi di pemira ini. Dan juga tentunya yang dibenahi di tahun ini adalah cara kita melakukan pemira online, karena jujur saja, pertama kali kita memakai pemira secara online; nah itu yang bakal benar-benar dibenahi dan dari kami juga menyiapkan semaksimal-maksimalnya,” tandasnya.

Penulis/Reporter : Luthfi Maulana Adhari

Editor: Ikhsanny Novira

Redaktur Pelaksana: Annisa Qonita A.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *