Mengawali Langkah Mahasiswa Baru, Mengenal Ragam Ormawa dan UPK melalui Forex 2026

Panitia Forex 2026 menyambut kedatangan mahasiswa baru ke dalam venue di lapangan basket FISIP Undip pada Senin (10/08) (Sumber Foto: Moh. Arif Maulana Azmi)

Menjadi bagian dari masa orientasi mahasiswa baru, kegiatan FISIP Ormawa Expo (Forex) kembali digelar untuk memperkenalkan beragam Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Unit Pelaksanaan Kegiatan (UPK) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip). Pameran berkala ini digelar selama empat hari sejak hari Senin (10/08) hingga Kamis (13/10) di lapangan basket FISIP Undip dan menuai respon positif dari para mahasiswa baru yang berminat dalam kegiatan kemahasiswaan.

 

Menyambut Mahasiswa Baru dalam Dunia Organisasi

UPK Pelayanan Rohani Mahasiswa Katolik (PRMK) FISIP memamerkan konsep booth mereka (Sumber foto: Moh. Arif Maulana Azmi)

Tidak berbeda dari tahun sebelumnya, Forex kali ini juga dipenuhi booth dari beragam Ormawa dan UPK di FISIP Undip. Setiap booth memiliki ciri khasnya sendiri untuk menarik perhatian mahasiswa baru dengan berbagai properti unik seperti standee, banner, dan seragam sebagai identitas dan bentuk antusiasme dalam menyambut kedatangan mahasiswa baru. Hal ini dikonfirmasi oleh salah satu Person In Charge (PIC) booth Pelayanan Rohani Mahasiswa Katolik (PRMK), Shella ketika diwawancarai oleh pihak LPM OPINI pada Rabu (12/08).

“Kita sejauh ini sudah menyiapkan konsep booth, print foto kegiatan untuk ditampilkan di booth dan juga menyiapkan semangat tentunya untuk menyambut para mahasiswa baru,” urainya.

Persiapan Forex ini tentunya juga tidak hanya memakan waktu satu hingga dua hari saja, melainkan membutuhkan persiapan matang yang membutuhkan waktu yang cukup panjang.

“Untuk persiapan booth dan lainnya butuh sekitar 2 minggu,” ujar Shella.

 

Antusias Mahasiswa Baru, Memperkuat Minat dan Bakat melalui Ormawa dan UPK

Anggota Ormawa dan UPK tengah menjelaskan kegiatan organisasi mereka kepada mahasiswa baru (Sumber foto: Moh. Arif Maulana Azmi)

Kegiatan Forex ini memperkenalkan secara langsung bagaimana Ormawa dan UPK menjalankan berbagai kegiatan dan program kerja di lingkungan kampus. Salah satu mahasiswa baru dari program studi Ilmu Pemerintahan, Bian melihat adanya perbedaan pengelolaan organisasi di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan universitas. 

“Kalau menurut saya organisasi mahasiswa menurut saya mungkin akan lebih profesional dan tentu lebih teratur ya,” ungkapnya.

Bian juga menyatakan tertarik untuk mengikuti beberapa kegiatan Ormawa dan UPK yang mendukung minat dan bakatnya.

“Saya tertarik untuk join BEM, cuma itu belum pasti karena saya juga ingin untuk bergabung di UPK keolahragaan karena saya berminat di bidang olahraga tetapi juga berminat di bidang organisasi,” jelasnya.

Pelaksanaan Forex ini menuai respon positif dari para mahasiswa baru, salah satunya dari seorang mahasiswa baru yang juga berasal dari program studi Ilmu Pemerintahan, Dea (nama samaran) mengungkapkan kesan baiknya mengenai kegiatan ini.

“Kakak-kakaknya informatif, aku juga belajar sedikit mengenai apa itu Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) saat singgah di booth LPM OPINI,” terangnya.

 

Catatan untuk Forex Ke Depannya

Keberjalanan Forex tahun ini lancar dan minim evaluasi, tetapi masih ada satu dan dua hal yang perlu dibenahi, salah satunya adalah alur persebaran mahasiswa baru di setiap booth yang menyebabkan kepadatan di beberapa bagian. Ketua Pelaksana Forex 2026, Hafiah Farah Nabila menyatakan bahwa kepadatan terjadi akibat banyaknya mahasiswa baru yang mengerumuni booth himpunan mahasiswa dari program studi mereka masing-masing.

“Mungkin evaluasi untuk Forex tahun ini mungkin lebih ditertibkan lagi untuk crowd per booth terutama di booth himpunan karena kan pastinya banyak banget mahasiswa baru yang lebih tertarik ke himpunan ya, jadi mungkin kita bisa lebih tingkatkan  di booth himpunan,” jelasnya.

Selain itu, panitia dan PIC booth juga mengalami hambatan dalam menjaga kerapihan booth.

“itu salah satu hambatannya ya kita gak punya solusi untuk beberapa dekorasi yang jatuh, tapi mungkin solusi dari kita untuk tenda-tenda yang memiliki papan itu bisa ditahan menggunakan batu,” lanjutnya.

Hafia pun berharap agar hambatan di Forex  tahun ini tidak terulang di tahun berikutnya dan kegiatan ini bisa terus menjadi sarana pengenalan Ormawa juga UPK di FISIP Undip bagi mahasiswa baru.

“Tentu harapan kedepannya semoga Forex bisa lebih lancar lagi karena setiap tahunnya evaluasi dari Forex ini kan sudah berkurang. Jadi, Forex bisa lebih membantu para mahasiswa baru,” tutupnya.

 

 

Penulis: Yasinta Alicyagrace

Reporter: Yasinta Alicyagrace, Sri Komala, Niemas Aulia Faiza Zaki, Dafan Mahendra, Ridzqie Abdillah

Editor: Moh. Arif Maulana Azmi

Pemimpin Redaksi : Najwa Rahma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *