
Memulai babak tahun ajaran baru, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar Upacara Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Pendidikan Karakter (Pendikar) pada Senin (10/08). Acara berlangsung di Halaman Gedung A FISIP Undip dengan mengundang sejumlah alumnus dalam segmen Alumni Mengajar & Sharing Session. Melalui sesi diskusi tentang pengalaman kuliah dan kiat-kiat menavigasi dunia karir, kehadiran para alumni membawa bara semangat bagi mahasiswa baru (maba) dalam menjalani dinamika perguruan tinggi.
Gong Dipukul, Jas Almamater Disematkan, 1.430 Mahasiswa Baru FISIP Undip 2026 Resmi Disambut dalam Acara Pembukaan
Upacara Pembukaan PKKMB dan Pendikar FISIP Undip 2026 menjadi momen penyambutan bagi 1.430 mahasiswa baru yang tersebar di 12 program studi dari 3 jenjang pendidikan, yaitu S1, S2, dan S3. Jumlah serapan mahasiswa baru ini tercatat sama dengan tahun lalu.
Rangkaian acara dimulai pada pada pukul 06.30 WIB dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC). Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan “Himne Universitas Diponegoro” lalu dilanjut dengan pembacaan doa.
Memasuki agenda inti, Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan S. Rouli Manalu membacakan Laporan PKKMB dan Pendikar. Setelahnya, terdapat ucapan selamat datang dan sambutan dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP, Rijaldi Rauf dan Wakil Ketua Senat Mahasiswa FISIP, Siti Wajihatun. Sebagai bentuk komitmen terhadap lingkungan kampus yang aman, panitia mahasiswa turut membacakan Pakta Integritas guna menjamin seluruh proses kegiatan berjalan objektif, kondusif, serta bebas dari praktik perundungan maupun kekerasan.
Tak hanya perwakilan mahasiswa, Dekan FISIP Teguh Yuwono turut memberikan sambutan dalam acara tersebut. Dalam wawancara dengan LPM OPINI pada Senin (10/08), ia mengatakan bahwa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) FISIP tahun ini mengusung tema “Belajar, Bertumbuh, dan Berkompetensi”. Menurutnya, tiga karakteristik tersebut penting untuk dimiliki mahasiswa FISIP karena melambangkan jiwa kepemimpinan dan keinginan untuk terus berkembang.
Guna menandai dibukanya rangkaian PKKMB dan Pendikar FISIP Undip 2026 secara resmi, Dekan melakukan pemukulan gong di atas panggung. Prosesi dilanjutkan dengan penyematan jas almamater secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru dari setiap program studi di jenjang S1, S2, dan S3 sebagai tanda diterimanya mereka secara resmi di keluarga besar FISIP Undip.
Setelah kegiatan penerimaan secara simbolis selesai, mahasiswa baru pascasarjana diarahkan ke ruang kelas PKKMB. Sementara itu, di panggung, Ketua Umum PP Ikatan Alumni FISIP Undip Yogi Arief Nugraha memberikan sambutan yang mengantarkan para peserta menuju rangkaian acara berikutnya, yaitu segmen Alumni Mengajar dan Sharing Session.
Alumni Bersamai Antusiasme Mahasiswa Baru dalam Sesi Diskusi

Acara dilanjutkan dengan segmen Alumni Mengajar & Sharing Session sebagai wadah bagi para lulusan FISIP Undip untuk berbagi pengalaman, wawasan, serta pandangan mereka mengenai kehidupan perkuliahan serta perjuangan meniti karir. Hadir dalam sesi diskusi ini yakni:
- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Ujang Bey
- Manajer Strategi Komunikasi PT PLN (Persero), Richardus Sigit Pandhu Kusuma
- Assistant Vice President (AVP) Small and Medium Enterprise (SME) Risiko Kredit Bank Negara Indonesia (BNI) Tegal, Eko Minantoro
- Business Development & Partnership Lead Moonton Games, Dini Puspita Hapsari
- Presenter Berita SCTV, Gracia Gerina Tobing
Guna memberi gambaran pada mahasiswa baru, masing-masing narasumber menceritakan seluk beluk perjalanan mereka selama berkuliah. Satu pesan yang menjadi benang merah dari paparan kelima narasumber adalah perlunya mengasah soft skill. Bagi mereka, berbagai kegiatan di dalam maupun luar kampus dapat membekali mahasiswa dengan daya tawar (bargaining power) untuk mencari pekerjaan.
Selain bernostalgia, kehadiran alumni FISIP Undip, khususnya angkatan tahun 2000-an, bertujuan untuk memberikan gambaran yang relevan mengenai dinamika dunia kerja. Selaras dengan pernyataan Yogi, bahwa realitas persaingan karir harus dihadapi dengan dedikasi dan integritas yang terbentuk selama kuliah.
“Di era 2026, bahwa ada tantangan soal kesulitan pekerjaan, itu satu keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Tapi nomor satu adalah kerjakan tugasmu. Kedua, pastikan karaktermu terbangun dengan baik, terutama soal kejujuran dan kredibilitas. Itu pasti akan membawa seseorang melangkah lebih jauh,” ujar Yogi dalam wawancara dengan LPM OPINI pada Senin (10/08).
Menanggapi adanya sesi diskusi bersama alumni, mahasiswa baru program studi Hubungan Internasional (HI), Fatimah Azzahra mengaku termotivasi oleh penyampaian para alumni. Untuknya, mendengar langsung dari alumni HI membantu memperjelas arah karirnya kelak.
“Semua (narasumber) sangat berharga dan pastinya meaningful. Namun ada satu yang linear dengan jurusan dan prospek aku ke depannya, yaitu penjelasan Kak Dini. Sebelumnya dia, tuh, bekerja di Unilever dan organisasi internasional. Aku punya vision bahwa aku juga ingin berkiprah di dunia seperti itu,” tutur Fatimah.
Lebih lanjut, Yogi menambahkan bahwa sesi Alumni Mengajar dan Sharing Session merupakan bentuk penyambutan terhadap semangat maba sebagai tonggak regenerasi FISIP Undip.
“Apa yang dikerjakan alumni tidak sebanding dengan semangat dari adik-adik mahasiswa itu sendiri. Alumni di sini bersama-sama dengan dekanat dan kampus menyambut, mengimbangi, dan membersamai semangat adik-adik yang akan menjadi penerus kita,” ujarnya.
Segudang Pesan untuk Generasi FISIP Berikutnya

Setelah sesi Alumni Mengajar dan Sharing Session selesai, kesan dan harapan muncul baik dari alumni maupun dari mahasiswa baru yang hadir. Yogi berpesan agar mahasiswa baru agar mengoptimalkan. kesempatan yang ada selama menjalani masa perkuliahan.
“Maksimalkan peranan kalian sebagai mahasiswa, dan yang paling penting jangan pernah sia-siakan doa restu dari orang-orang yang selalu mendukung, mendorong, sehingga bisa optimal di kampus. Manfaatkan fasilitasnya, berdialektika dengan siapapun pimpinan kampusnya, untuk lebih baik lagi,” ujar Yogi.
Harapan serupa juga datang dari sisi mahasiswa baru. Fatimah mengaku dirinya turut tergerak usai melihat keberanian teman-teman seangkatannya tampil di depan umum sepanjang rangkaian acara.
“Aku bisa dapat melihat banyak sekali karakter teman-teman yang dari tadi pada maju juga pede banget dan berani banget. Itu jujur memotivasi aku untuk ikut maju dan speaking in public,” katanya.
Momen tersebut juga turut membentuk rencananya menjalani semester pertama sebagai mahasiswa baru. Fatimah berharap ia tidak hanya mengejar nilai akademik yang bagus, tetapi juga aktif dalam organisasi maupun unit kegiatan mahasiswa (UKM).
“Sebagai maba tentunya di semester 1 nggak hanya nilai aku harus meroket, tapi aku juga harus aktif di bidang-bidang lain. Aku harus aktif di prestasi aku dan juga bisa mendistribusikan soft skill dan hard skill aku. Aku ingin sekali join BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), atau aku ingin coba dare myself untuk join AIESEC,” ungkapnya.
Upacara pembukaan ini menjadi gerbang pertama maba FISIP menjalani masa PKKMB dan Pendikar yang dilaksanakan mulai Senin (10/08) hingga Jumat (14/08) sebelum kemudian ditutup oleh Orange Youth Inauguration (ORYGIN) pada hari terakhir.
Penulis: Ridzqie Abdillah, Faiza Zaki, Najwa Rahma
Reporter: Faiza Zaki, Mohammad Azmi, Yasinta Alicyagrace, Sri Komala
Editor: Mohammad Azmi
Pemimpin Redaksi: Najwa Rahma
