06/12/2021

Kilas Balik LKMM-PD Daring: Pergeseran Kebiasaan yang Temui Rintangan dan Hambatan

Ilustrasi oleh Biro Desain LPM OPINI

Untuk kali pertama, Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Pra-Dasar (LKMM-PD) di FISIP Universitas Diponegoro diadakan secara online. Hal ini menyusul kebijakan pemerintah yang menerbitkan aturan untuk melakukan semua kegiatan sekolah dan perkuliahan tanpa tatap muka secara langsung, sebagai akibat dari pandemi Covid-19. 

Hafidz Washillah selaku Ketua Pelaksana LKMM-PD Administrasi Publik mengungkapkan bahwa basis online merupakan suatu tantangan sebab benar-benar berbeda dari tahun sebelumnya. Ia mengaku khawatir, penyelenggaraan secara daring ini akan mengurangi esensi dari LKMM-PD itu sendiri.

“Karena ini proker PSDM yang notabene output-nya manusia, maka kita bingung. Secara offline aja belum tentu tersampaikan esensinya, apalagi online. Makin susah, nih, buat menanamkan nilainya,” ucap Hafidz.

Hal senada diungkapkan oleh Salwa Nafisah, Ketua Pelaksana LKMM-PD Hubungan Internasional, yang awalnya juga terkejut ketika mengetahui bahwa kegiatan ini harus dilakukan secara daring. Ia merasa, banyak nilai-nilai yang lebih baik disampaikan secara tatap muka. 

“Sesuai keputusan BEM untuk dilaksanakan secara online, mau tidak mau harus tetap menjalankannya yang juga sesuai dengan tema LKMM-PD ‘The limitations are limitless’ yang berarti meskipun kita berada dalam keterbatasan tapi kita harus tetap bisa melakukan apa pun. Itu juga menjadi motivasi bagi panitia dan peserta agar bisa tetap semangat dalam melakukan LKMM-PD online,” ungkapnya.

LKMM-PD tidak diadakan secara serentak, melainkan berbeda-beda di tiap jurusan, dalam rentang bulan September hingga November, menggunakan platform Microsoft Teams. Selain sebagai sarana untuk membantu mahasiswa baru dalam dunia perkuliahan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberi pengetahuan dasar dan terapan dalam berorganisasi.

“Tujuan dari LKMM-PD itu sendiri adalah untuk menumbuhkan motivasi berorganisasi, memacu keberanian berpendapat bagi seluruh peserta, memberikan gambaran organisasi yang profesional, serta sebagai pemantapan personal dan kekompakan angkatan.  Intinya mempersiapkan mahasiswa baru untuk menjalani kuliah,” jelas Fauzan selaku ketua HMD Administrasi Publik 2020. Sebab itulah kegiatan LKMM-PD tetap harus dilakukan, meskipun mengalami kendala yaitu tidak bisa dilakukan secara langsung.

Tentu saja pergeseran kebiasaan ini menemui berbagai hambatan. Mulai dari koordinasi yang lebih sulit, komunikasi yang tidak tepat sasaran, serta keakraban dan partisipasi yang kurang optimal dari para peserta. Terutama, karena ini pertama kalinya diadakan secara daring, para panitia tidak dapat sepenuhnya mengambil rujukan dari LKMM-PD tahun sebelumnya. Mereka harus lebih mengasah kreativitas mereka agar kegiatan daring ini bisa berjalan dengan baik dan mencapai tingkat kepuasan dan keakraban yang sama dengan LKMM-PD offline.

Muhammad Akbar sebagai Penanggung Jawab LKMMPD Ilmu Pemerintahan menjelaskan pandangannya akan hal tersebut. Ia mengungkapkan, “Kalau dibilang shock, sih shock banget, ya, karena kita gak pernah mengira akan terjadi pandemi dan itu di luar dugaan kita. Bisa dibilang kita buntu karena ini (LKMM-PD online) merupakan suatu konsep yang benar-benar baru. Panitia pun akhirnya harus lebih dilatih lagi tentang bagaimana sih LKMMPD online ini. Jadi kita cara menyusunnya juga berbeda dari tahun sebelumnya, mulai dari jumlah panitia sampai kegiatan yang dilakukan.”

Meskipun banyak terdapat hambatan, para panitia mengaku tetap mampu beradaptasi dengan pergeseran kebiasaan yang mendadak ini. Asyifa Alya Husni, Ketua Pelaksana LKMM-PD Ilmu Komunikasi mengamini hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa yang terpenting dalam adaptasi tersebut adalah komunikasi yang intens untuk mencegah adanya kesalahpahaman.

“Alhamdulillah, walaupun online semua panitia tetap antusias dalam LKMM-PD kali ini. Menurut saya untuk beradaptasi adalah harus lebih banyak berdiskusi, berkompromi melalui media sosial baik call maupun chat agar tidak misscom. Karena yang bisa kita andalkan sekarang itu, ya, komunikasi. Biar semuanya bisa tetap berjalan secara online,” ujar Syifa.

Berbagai kesulitan dan hambatan tersebut nyatanya tak lantas membuat para mahasiswa baru kehilangan antusiasnya terhadap acara ini. Berkat kerja keras para panitia, beberapa mahasiswa baru menilai bahwa penyelenggaraan LKMM-PD tahun ini sudah bisa dikatakan berhasil dan bahkan melebihi ekspektasi mereka.

“LKMM-PD itu berguna banget di masa perkuliahan untuk mengenal teman-teman, pengalaman-pengalaman kating, dan kalau tidak ada LKMM-PD aku gak akan tahu Administrasi Bisnis yang sebenarnya. Pokoknya ekspektasi yang kurang bagus tentang LKMM-PD ternyata salah dan justru sangat berkualitas. Apalagi waktu fundraising, aku jualan masker dan itu benar-benar seru,” tutur Jelita Hayati, mahasiswa baru Administrasi Bisnis yang menceritakan pengalamannya.

Hal serupa diungkapkan oleh Zennyra Cahya, salah seorang mahasiswa baru Hubungan Internasional, “Menurutku acara ini sudah sangat baik. DI HI sendiri, kita setiap minggu ada mentoring dengan kakak mentor. Untuk mengakrabkan satu sama lain, mentoring ini juga bermanfaat banget untuk tahu kehidupan di kampus HI sendiri bagaimana. Menurutku juga panitia sudah berhasil bikin para maba akrab karena selain harus kerjasama karena penugasan, kita juga harus berkoordinasi dan lain-lain karena tugas. Jadi, sudah berhasil sih menurutku.”

Meskipun demikian, beberapa mahasiswa baru yang lain menyayangkan bahwa LKMM-PD harus diadakan secara online. Sebab dirasa kurang terjalin keakraban di antara para mahasiswa baru karena mereka tak bisa bertatap muka secara langsung.

“Jujur aja kalo pandemi kayak gini kurang kerasa sih LKMM-PD-nya, kalo online suasananya jadi sunyi gitu. Ya, meskipun masih asik-asik aja, sih. Terus, gak enak juga cuma lihat temen-temen lewat layar laptop, enggak secara langsung, tapi, ya, emang harus dilaluin juga sih,” kata Anzilna, salah seorang  mahasiswa Administrasi Publik.

Elvan, mahasiswa baru Ilmu Komunikasi, juga menyatakan hal serupa. “Kalau kesan, aku ngerasa kurang dapet vibes kegiatannya, tentu karena ini online. Namun, aku tetap ngerasa dapat manfaat dari kegiatan ini seperti pengetahuan, relasi, dan pengalaman selama kegiatan.”

Baik para mahasiswa baru maupun panitia berharap ke depannya LKMM-PD dapat dilaksanakan secara langsung agar esensi dan poin tujuan utama kegiatan ini bisa disampaikan dengan lebih maksimal, serta keakraban antarmahasiswa baru maupun dengan panitia bisa lebih terbangun. 

Octavian, mahasiswa baru Ilmu Pemerintahan menuturkan bahwa LKMM-PD tahun ini sudah sangat menyenangkan, terutama jika dilaksanakan secara offline. “Semoga di LKMM-PD berikutnya, bisa dilaksanakan secara offline dan pemateri yang didatangkan lebih banyak. Sehingga maba bisa mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang berkesan,” pungkasnya.

Reporter: Tim Staf dan Jurnalis Muda Divisi Online

Penulis: Amelia Nuraini P.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *