Pendaftaran Resmi Ditutup Dengan Satu Paslon Tunggal, Pemira FISIP 2025 Akan Kembali Melawan Kotak Kosong
Tampak meja pendaftaran Pemira FISIP 2025 yang bertempat di lobi Gedung A FISIP Undip. (Sumber: Kayla Fauziah)
Usai diperpanjang satu hari, pendaftaran Pemilihan Umum Raya (Pemira) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) yang berlokasi di lobi Gedung A, resmi ditutup pukul 13.00 WIB pada Jumat (14/11). Agenda perpanjangan ini dimaksudkan untuk menjaring bakal pasangan calon (paslon) Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tambahan, meski pada akhirnya, Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) hanya berhasil mencatatkan satu paslon tunggal sebagai bakal paslon Ketua dan Wakil Ketua BEM FISIP 2026.
Target Perpanjangan dan Pandangan KPPR Terkait Kotak Kosong
Masa pendaftaran Pemira yang diperpanjang satu hari merupakan buah dari pertimbangan KPPR terkait hasil pendaftaran kemarin yang baru membuahkan satu bakal paslon Ketua dan Wakil Ketua BEM. Keputusan ini pula diperkuat oleh Peraturan Mahasiswa (Perma) Nomor 2 Tentang Pemira Tahun 2023 Pasal 20 Ayat 6 yang berbunyi, “Apabila hanya terdapat satu pasangan bakal pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua BEM yang mendaftar maka diadakan perpanjangan waktu pendaftaran oleh KPPR.”
“Kita mengacu lagi untuk meng-extend itu hanya untuk calon Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM, ya. Karena (jumlah) senator pun sudah melewati ambang batas minimalnya. Jadi itulah kenapa kita menambah extend pun, (hanya) sehari juga untuk calon Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM mengingat waktu sudah dekat dengan sidang verifikasi,” jelas Ketua KPPR FISIP Undip 2025, Faisal Irsyad kala diwawancarai LPM OPINI pada Jumat (14/11).
Menanggapi durasi pendaftaran yang lebih cepat dari hari-hari sebelumnya, yakni dimulai pukul 09.00 dan selesai pada pukul 13.00 WIB, Faisal menerangkan bahwa hal ini dilakukan demi mematangkan lagi persiapan para panitia untuk menyambut agenda sidang verifikasi pada Sabtu (15/11) dan Minggu (16/11).
“Kita juga melihat aspek-aspek lainnya untuk persiapan-persiapan untuk besoknya bagaimana. Karena pun masih ada harusnya training lagi untuk panitia-panitia untuk hari Sabtu maupun Minggu,” sebut Faisal.
Kala ditanyai terkait kendala di akhir masa pendaftaran ini, Faisal mengaku bahwa KPPR tidak menjumpai permasalahan yang berarti, terutama karena tidak ada bakal paslon yang mendaftar lagi. Akan tetapi, meja pendaftaran Pemira sempat didatangi salah satu tim sukses paslon yang mempertanyakan tentang jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tidak selaras antara booklet dan persyaratan dari panitia.
“Kami sudah jelaskan dalam sosialisasi petunjuk teknis bahwa untuk DPT BEM (di booklet) itu memang kita masih memakai (DPT) tahun lalu karena kita masih kendala saat itu untuk mendapatkan data mahasiswa aktif dari birokrat. (Akan tetapi) akhirnya, kami minggu lalu sudah mengesahkan DPT yang terbaru. Kita jelaskan akhirnya kenapa perubahan itu perlu untuk memberikan DPT yang terbaru agar lebih konkret,” cerita Faisal.
Hanya berbekal satu paslon saja, keberlanjutan Pemira FISIP Undip 2025 ke depannya dapat dipastikan akan menjadi kompetisi antara paslon dan kotak kosong. Target perpanjangan masa pendaftaran tidak tercapai, Faisal mengatakan bahwa aspek eksternal banyak memainkan peran di sini sehingga KPPR yang bertugas memberikan wadah pemilihan demokratis cukup berfokus pada rangkaian pelaksanaan Pemira saja.
“Ya mungkin masih ada terjadi lesu politik gitu (terkait) partisipasi politik di kampus ini, kampus FISIP terkhususnya. Jadi ya kita (KPPR) hanya berusaha untuk melanjutkan rangkaian saja, bagaimana nanti kita persiapkan saja untuk BEM melawan kotak kosong itu dan bagaimana nanti yang menang calonnya ataupun yang kotak kosong juga kita persiapkan ke depannya,” jawabnya.
Pendaftaran Usai, Panitia Bersiap Adakan Sidang Verifikasi
Menuju rangkaian Pemira selanjutnya, sidang verifikasi berkas bakal calon senator dan bakal paslon Ketua dan Wakil Ketua BEM akan diadakan pada Sabtu (15/11) dan Minggu (16/11). Berlokasi di Ruang Teater FISIP Undip, sidang verifikasi hari pertama akan dimulai pada pukul 12.00 WIB sedangkan hari kedua akan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Persiapan panitia meliputi simulasi, teknis kegiatan, serta sejumlah keperluan lain untuk mendukung keberjalanan kegiatan.
“Yang pasti itu kita akan melakukan simulasi-simulasi dan pun kita akan menyiapkan apa saja hal-hal yang mungkin bisa saja terjadi dalam persidangan tersebut, berikut hal-hal teknis lainnya. Bagaimana nanti tempatnya di teater kita harus persiapkan, barang-barang apa saja dari panitia, dan juga konsumsi-konsumsi (harus) dipersiapkan agar nanti keberjalanan acara itu sebisa mungkin bisa nyaman oleh seluruh peserta,” ujar Faisal.
Terkait evaluasi sidang verifikasi tahun lalu yang berlangsung lebih lama dari waktu yang ditentukan, Faisal tidak dapat menjanjikan bahwa tahun ini akan berubah mengingat verifikasi berkas pasti akan memakan waktu yang lama. Apalagi mengingat banyaknya berkas yang harus diperiksa dari setiap bakal calon yang ada.
“Jadi ya kami bilang pun, tidak akan keberjalanan sidang verifikasi itu berjalan secara cepat juga. Toh kita menyiapkan waktu itu dua hari, agar meskipun ada molor, tetap ada hari selanjutnya,” tambah Faisal.
Sidang verifikasi Pemira FISIP 2025 bersifat terbuka untuk umum dalam rangka mendorong adanya transparansi selama proses pemeriksaan berkas. Berlangsung selama dua hari berturut-turut, agenda sidang verifikasi ini dapat disaksikan secara luring maupun daring via live streaming dari pihak KPPR FISIP Undip.
Reporter: Kayla Fauziah, Najwa Rahma
Penulis: Kayla Fauziah
Editor: Taufiqurrahman Alfarisi
Pemimpin Redaksi: Kayla Fauziah