Baru Dapatkan Satu Bakal Paslon Ketua dan Wakil Ketua BEM, Pendaftaran Pemira FISIP Undip 2025 Diperpanjang Satu Hari

0
Ramai hari terakhir pendaftaran bakal calon kandidat yang akan bersaing dalam Pemira FISIP Undip 2025. (Sumber: Kayla Fauziah)

Ramai hari terakhir pendaftaran bakal calon kandidat yang akan bersaing dalam Pemira FISIP Undip 2025. (Sumber: Kayla Fauziah)

Ramai hari terakhir pendaftaran bakal calon kandidat yang akan bersaing dalam Pemira FISIP Undip 2025. (Sumber: Kayla Fauziah)
Ramai hari terakhir pendaftaran bakal calon kandidat yang akan bersaing dalam Pemira FISIP Undip 2025. (Sumber: Kayla Fauziah)

Masa pendaftaran Pemilihan Umum Raya (Pemira) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) sampai juga ke hari terakhirnya pada Kamis (13/11). Hingga hari terakhir pendaftaran, Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) berhasil mengantongi dua puluh tiga bakal calon senator dan satu bakal pasangan calon (paslon) Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Undip periode 2026. 

Berikut daftar bakal calon kandidat yang sudah mendaftarkan diri di Pemira FISIP Undip 2025: 

  1. Rijaldi Rauf dan Muhammad Haikal Adi Bakhtiyar – Bakal Pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FISIP Undip 
  2. Felicita Kimiko Inesha – Bakal Calon Senator Program Studi Ilmu Komunikasi 
  3. Conny Gracia Keyrianaya Harianja – Bakal Calon Senator Program Studi Ilmu Komunikasi 
  4. Zahid Sharim Badruzzaman – Bakal Calon Senator Program Studi Hubungan Internasional 
  5. Raveyfa Alya Azila – Bakal Calon Senator Program Studi Hubungan Internasional
  6. Christopher Billy Santoso – Bakal Calon Senator Program Studi Hubungan Internasional
  7. Haqiki Maulana – Bakal Calon Senator Program Studi Ilmu Pemerintahan 
  8. Siti Wajihatun – Bakal Calon Senator Program Studi Ilmu Pemerintahan 
  9. Lalu Fawaz – Bakal Calon Senator UPK Bulu Tangkis 
  10. Faya Khaylila – Bakal Calon Senator UPK Bulu Tangkis
  11. Rafaelino Galih Mario Aji – Bakal Calon Senator UPK PRMK
  12. Adhitya Bona Martuah Saragih – Bakal Calon Senator UPK PMKP
  13. Erjesca Cantana Indah Sitopu – Bakal Calon Senator UPK PMKP
  14. Cikita Bernesa Malfa – Bakal Calon Senator UPK Aufklarung 
  15. Fathahilah Rojbi Dwi Saputra – Bakal Calon Senator UPK HIMPS
  16. Destya Naya Azreena – Bakal Calon Senator UPK HIMPS 
  17. Elsya Nayla Niswah – Bakal Calon Senator UPK PSM OC 
  18. Said Ahmad Fadlan – Bakal Calon Senator UPK Globies 
  19. Mohammad Sholahuddin Al Ayyubi – Bakal Calon Senator UPK Globies 
  20. Muhammad Ilham Akbar – Bakal Calon Senator UPK Orangers 
  21. Naufal Adrian A – Bakal Calon Senator UPK Orangers
  22. Secha Al-Bakrie – Bakal Calon Senator UPK FKMM 
  23. Adam Brilian – Bakal Calon Senator UPK FKMM 
  24. Maulinda Erlin Oriana – Bakal Calon Senator UPK Sakutala 

 

Sejumlah Kendala Hari Akhir Pendaftaran 

Telah dilaksanakan sejak 5 November 2025 lalu, hari terakhir pendaftaran Pemira membawa sejumlah tantangan baru bagi para anggota KPPR, salah satunya terkait sumber daya manusia (SDM) di lapangan. Tak hanya itu saja, linimasa rangkaian pendaftaran Pemira yang sebagian besar menyita waktu perkuliahan juga menghadirkan polemik lain. 

“Untuk panitia saat ini permasalahannya bukan saja sedikit (jumlahnya), tetapi mengingat kejadian pendaftaran ini banyak makan waktu di hari-hari weekdays ataupun hari-hari di mana manusia itu ada kegiatan akademiknya, di mana memang beberapa kali tadi pun kita kekurangan SDM karena ada mahasiswa-mahasiswa itu yang masih belajar dan tidak bisa meninggalkan akademiknya untuk hal-hal ini,” ungkap Ketua KPPR FISIP Undip 2025, Faisal Irsyad kala diwawancarai LPM OPINI pada Kamis (13/11).

Potret antrian hari terakhir pendaftaran Pemira pada Kamis (13/11). (Sumber: Kayla Fauziah)
Potret antrian hari terakhir pendaftaran Pemira pada Kamis (13/11). (Sumber: Kayla Fauziah)

Jumlah pendaftar yang naik drastis dari hari-hari sebelumnya tentu menjadi salah satu tantangan terbesar di hari terakhir pendaftaran Pemira ini. Meski lonjakan ini telah diprediksi berdasarkan apa yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, Faisal mengaku anggota KPPR tetap kewalahan menghadapi animo pendaftar yang membludak. Menanggapi masalah ini, dua meja pendaftaran pun menjadi solusi. 

“Memang ada kesalahan di mana kita tidak mempersiapkan meja (pendaftaran) lebih banyak. Dan akhirnya juga pun saat tadi melihat ada antrian yang di mana ketika antrian itu semakin banyak, itu kan tidak akan kondusif. Makanya kita membuat jadi ada dua (meja) pendaftaran, dua tempat pendaftaran agar pendaftaran itu lebih cepat juga diurusnya,” jelas Faisal. 

Faisal pula menceritakan bahwa dalam proses pendaftaran, sempat terjadi konflik antara panitia dan tim sukses calon kandidat terkait penggunaan diksi dalam template berkas yang dibagikan oleh KPPR. Meski begitu, konflik ini berhasil diselesaikan secara damai tanpa ada masalah berkelanjutan. 

“Memang tadi sedikit ada konflik dari tim calon peserta karena kami mengakui ada kesalahan dalam diksi yang ada di template berkas yang itu tanggung jawab kami. Akhirnya membuat sebuah konflik dari tim pesertanya, (yang mana mereka) itu tidak terima. Dan kami pun menegosiasi untuk bertanggung jawab atas pemberkasan tersebut, karena bukan salah dari calonnya, dengan membuat sebuah surat pernyataan untuk bertanggung jawab kepada calonnya ketika ada apa-apa di rangkaian (Pemira) ke depannya,” ujar Faisal.

 

Perpanjangan Waktu, Perpanjangan Harapan

Dalam unggahan akun Instagram @pemilihanrayafisipundip, KPPR telah mengumumkan adanya perpanjangan masa pendaftaran selama satu hari pada 14 November 2025, mulai pukul 09.00 sampai 13.00 WIB. Keputusan ini mengacu pada Peraturan Mahasiswa (Perma) Nomor 2 Tentang Pemira Tahun 2023 Pasal 20 Ayat 6 yang menyebutkan bahwa “Apabila hanya terdapat satu pasangan bakal pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua BEM yang mendaftar maka diadakan perpanjangan waktu pendaftaran oleh KPPR.” Selain itu, hasil diskusi anggota KPPR turut menjadi pertimbangan. 

“Sebenarnya (terkait extend), kami masih membicarakan untuk tim dari pengurus hariannya pun. Karena meskipun saya sebagai ketua, tetap harus mengambil tindakan itu bersama. (Namun kembali lagi), sebenarnya semua kerjaan kami itu memang acuannya dari Perma Pemira. Jadi apapun pekerjaan kami itu ada aturannya dan ada hukumnya. Jadi agar tidak bisa dibantah tanpa dasar gitu, “ tambah Faisal. 

Terkait masa perpanjangan pendaftaran yang hanya diberikan waktu satu hari, padatnya linimasa rangkaian Pemira 2025 menjadi salah satu faktor utamanya. Faisal mengatakan bahwa linimasa yang ada sudah tidak dapat diundur lagi untuk menghindari proses Pemira yang terlalu lama. 

“Ada extend pun kami ingin mengambil cuma satu hari saja karena mengingat Sabtu-Minggu itu sudah sidang verifikasi. Ditakutkan (apabila) sudah extend pun tidak mendapatkan calon, bahayanya adalah nanti ke depannya pun Pemira ini akan lebih lama lagi keberjalanannya,” ucapnya. 

Terakhir, Faisal berharap adanya perpanjangan masa pendaftaran dapat memberikan kesempatan bagi bakal paslon Ketua dan Wakil Ketua BEM lain untuk mendaftar. Harapan ini bukan tanpa alasan mengingat Pemira yang dimenangkan kotak kosong dapat kembali memperlama keberjalanan pemilihan demokratis di Kampus Oranye. 

“Harapan dari kami ketika ada pun extend, adalah (ada) calon yang mendaftar lagi. Khususnya Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM agar keberjalanan lebih lancar. Kalaupun semisal enggak, kan bahayanya itu adalah ketika melawan kotak kosong dan kotak kosong yang menang, itu keberjalanan Pemiranya akan lebih lama karena harus adanya Musyawarah Luar Biasa yang diadakan dari Senat itu sendiri. Jadi harapan kami semoga ada yang mendaftar lagi ketika pun extend dibuka.” tutup Faisal. 

 

 

Reporter: Kayla Fauziah, Najwa Rahma, Davino Hernawan

Penulis: Kayla Fauziah

Editor: Davino Hernawan

Pemimpin Redaksi: Kayla Fauziah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *