19/09/2021

Program KMMI Kampus Merdeka: Dalih Kemendikbudristek Siapkan Mahasiswa Hadapi Transformasi Digital

Ilustrasi Program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI). (Rumi Aulia/LPM OPINI).

LPM OPINI – Berupaya membekali mahasiswa dengan berbagai skill untuk menghadapi transformasi digital pada dunia kerja, pemerintah resmi meluncurkan program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) pada Maret silam.

Program KMMI dicanangkan sebagai bentuk dukungan untuk Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang telah diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Pembelajaran dalam bentuk short course ini mencakup pengembangan softskill dan hardskill bagi mahasiswa. Program KMMI terdiri atas teori, praktik, dan penugasan mandiri minimal 3 SKS mata kuliah secara daring dengan jumlah tatap muka sebanyak 3 jam x 8 minggu. Untuk memantau progres para mahasiswa, disediakan pula media untuk mencatat detail capaian pembelajaran program.

Program KMMI berusaha memfasilitasi mahasiswa dengan menyediakan lebih dari 100 course yang dinaungi berbagai perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri. Kategori course yang disediakan pun secara garis besar dibagi menjadi empat bidang, yakni pemasaran digital; rekayasa energi terbarukan; teknologi pangan dan gizi; serta kesehatan lingkungan.

Berdasarkan lini masa yang dapat diakses di laman resmi KMMI, https://kmmi.kemdikbud.go.id/, kegiatan akan dimulai pada rentang bulan Juli sampai Oktober mendatang. Rentang waktu tersebut sudah mencakup pendaftaran sekaligus pelaksanaan pembelajaran.

“Program KMMI diharapkan dapat menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di era industri 4.0 serta era society 5.0 sehingga mereka bisa siap memasuki dunia kerja karena untuk menciptakan SDM yang unggul dibutuhkan proses yang panjang,” jelas Ocha selaku narasumber sosialisasi KMMI yang diselenggarakan pada Rabu (31/3) secara daring melalui platform Zoom.

Mahasiswa yang berminat untuk mengikuti program ini dapat mendaftar dengan cara membuat akun terlebih dahulu pada situs https://kmmi.kemdikbud.go.id/mhs/login. Setelah selesai melengkapi data diri, mahasiswa akan diarahkan menuju laman yang berisi daftar courses yang telah tersedia. Mahasiswa dapat melihat keterangan rentang waktu pendaftaran, kuota mahasiswa, serta unduhan rencana pembelajaran semester (RPS) pada setiap course.

Selaras dengan apa yang disampaikan Ocha, Aris Junaidi selaku Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, berharap bahwa transformasi digital yang terjadi di era industri ini tidak akan menimbulkan kesenjangan antara keterampilan yang dibutuhkan dengan kualitas lulusan perguruan tinggi.

“Jangan sampai transformasi ini membuat kesenjangan antara keterampilan digitalisasi dengan (kualitas) lulusan perguruan tinggi di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut terkait pemaparan permintaan dunia kerja yang meningkat drastis selama tahun 2020-2021, Ocha menekankan bahwa lingkup digital dan teknologi akan menjadi prospek paling menjanjikan yang kelak dibutuhkan banyak industri.

“Basisnya, perusahaan mencari mahasiswa yang memiliki kompetensi dalam bidang data analyst, software, cyber security, e-commerce, digital content specialist, engineering, sampai business development,” jelasnya.

Akan tetapi, Ocha pun turut menyampaikan bahwa kompetensi yang dimiliki mahasiswa harus dibarengi dengan keterampilan dasar yang wajib diasah dalam menjalani kehidupan sehari-hari pada abad 21 ini.

“Keterampilan itu tidak berhubungan dengan agama, humaniora, teknik, kesehatan, atau ekonomi saja. Tetapi berhubungan juga dengan skill dasar seperti creative thinking, communication collaboration, critical thinking, emotional intelligence, leadership, dan masih banyak lagi,” ungkap Ocha.

Dengan program ini, diharapkan para mahasiswa tidak lagi membatasi dirinya dalam belajar hal apa pun dan di mana pun sehingga konsep “kampus merdeka” dapat diimplementasikan dengan baik dan nyata.

“Saya berharap dengan program KMMI ini, perguruan tinggi kelak akan melahirkan lulusan yang siap memenangkan tantangan dunia yang semakin kompleks dan mengantarkan Indonesia menjadi Indonesia Emas di tahun 2045,” pungkas Aris.

Penulis: Almira Khairunnisa
Editor: Annisa Qonita Andini
Redaktur Pelaksana: Luthfi Maulana
Pemimpin Redaksi: Langgeng Irma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *