
Kamis (24/04) lalu, Bidang Seni, Olahraga, dan Budaya (Soraya) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) kembali mengadakan ajang lomba tahunan FISIP Music, Art, Sport Festival (Mars) 2025. Salah satu agenda FISIP Mars 2025 adalah pemilihan Mas dan Mbak FISIP 2025, yakni sebuah paguyuban yang beranggotakan delegasi-delegasi terpilih dari setiap program studi di FISIP Undip yang akan berperan mewakili fakultas sebagai ikon representatif.
Rangkaian awal acara Mas dan Mbak FISIP tahun ini, yakni Perkenalan Finalis Mas dan Mbak FISIP Undip 2025, diselenggarakan di Selasar Parkiran FISIP pada pukul 09.00-15.00. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan 22 delegasi dari masing-masing program studi serta visi dan misi mereka turut serta bergabung pada ajang Mas dan Mbak FISIP 2025.
Langkah-langkah di Balik Menjadi Wajah FISIP 2025

Peserta Mas dan Mbak FISIP harus melalui tahap-tahap seleksi sebelum dinobatkan menjadi finalis.
“Finalis Mas dan Mbak ini adalah Mas dan Mbak yang sudah melakukan proses penyeleksian di tiap jurusan. Nantinya ketika sudah mendapatkan perwakilan jurusan, mereka akan dikirimkan kepada panitia FISIP Mars untuk melaksanakan Mas dan Mbak FISIP 2025,” terang Mas Pergerakan FISIP 2024, Naufal Faturohman ketika diwawancarai OPINI pada Kamis (24/04).
Tak hanya itu, para finalis masih harus mengikuti sejumlah kegiatan dari first gathering hingga penutupan di malam puncak.
“Timeline yang dilalui oleh finalis Mas dan Mbak FISIP 2025 yaitu sebelumnya sudah dilaksanakan first gathering dan sesi wawancara. Saat ini sedang dilakukan sesi perkenalan finalis atau uji publik dan selanjutnya akan ada rangkaian culture class, ada beauty class, ada coaching class, dan terakhir yaitu penutupan dari FISIP Mars dan Mas Mbak ada malam puncak,” lanjut Naufal.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, Perkenalan Finalis Mas dan Mbak FISIP 2025 meniadakan sesi tanya jawab dari mahasiswa. Naufal juga menjelaskan bahwa tahun ini terdapat perubahan materi dan pelatihan untuk para finalis dalam beberapa rangkaian kegiatan.
“Mungkin perbedaan ada di perkenalan uji publik. Di mana tahun lalu di sesi pertanyaan Mas dan Mbak FISIP bisa dikritisi oleh mahasiswa FISIP. Namun saat ini, tidak ada rangkaian seperti itu. Culture class nantinya akan ada perbedaan, juga dari rangkaian substansinya ada perbedaan,” tuturnya.
Representasi hingga Aksi Nyata Jadi Alasan Finalis Mengikuti Ajang Mas dan Mbak FISIP 2025

Masing-masing perwakilan program studi memiliki dorongan kuat terkait keikutsertaan mereka di agenda tahunan FISIP ini. Selain mengharumkan nama program studinya, salah satu finalis dari Administrasi Bisnis, Rafi Aristya Ghani memiliki keinginan untuk menjadi representasi positif FISIP Undip.
“Alasanku sendiri karena saya termasuk orang terpilih dari Administrasi Bisnis untuk melanjutkan di Mas dan Mbak FISIP 2025. Mungkin alasan gamblangnya, tuh, sebagai gimana perwajahan mahasiswa FISIP secara inovatif, intelektual dalam suatu perwadahan yang bisa terpancar ke luar, gitu,” ujar Rafi.
Tujuan serupa juga dimiliki oleh perwakilan Program Studi Luar Kampus Utama (PSDKU) Administrasi Publik Rembang, Ahmad Syihabuddin yang menorehkan sejarah sebagai delegasi perdana program studi tersebut. Ia berencana untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa di PSDKU Rembang dan menambah koneksi melalui ajang Mas dan Mbak FISIP 2025 ini.
“Karena kita mau menyuarai hak-hak kita dari ketimpangan PSDKU dan kita juga ingin meningkatkan relasi, yang di mana di PSDKU cuma ada Administrasi Publik doang, sementara di sini relasinya ada lebih banyak,” ungkap Ahmad.
Para finalis tidak hanya dituntut untuk menjadi figur dari citra FISIP kepada publik, tetapi juga sebagai inisiator dari program kerja yang menunjang pemberdayaan mahasiswa. Rafi menyampaikan dirinya berencana menggelar festival budaya dan meningkatkan kerja sama antara Mas dan Mbak FISIP dengan berbagai unsur kegiatan mahasiswa.
“Proker unggulan saya yang pertama yaitu culture fest, seperti pentas seni tapi bener-bener temanya budaya, kultural, seni. Seni tari, pakaian-pakaian adat, makanan tradisional itu kita satukan di sana. Kemudian ada kolaborasi antara Mas dan Mbak FISIP, ormawa, Unit Pelaksana Kegiatan (UPK), dan komunitas. Jadi, jika ada event yang selaras dengan visi misi Mas dan Mbak itu kita bisa ikut menyongsong, mungkin menjadi fasilitator, memasifkan secara general, itu kita bisa,” jelas Rafi.
Sementara itu, perwakilan dari Administrasi Publik Rembang, Christina Angelica Mindiana menaruh perhatian khusus pada representasi mahasiswa di kampusnya. Angel berharap melalui kontestasi Mas dan Mbak FISIP, adik tingkatnya kelak turut berkontribusi lebih optimal.
“Kami membawakan beberapa visi dan misi yang pasti sebagai representatif mahasiswa, terutama pada PSDKU Rembang, di mana suara dan aspirasi kita kurang terdengar oleh fakultas. Jadi kita mau membuka jalan kepada adek-adek kita supaya mereka bisa lebih aktif ke depannya,” papar Angel.
Harapan Besar bagi Perwajahan FISIP Selanjutnya
Ajang Mas dan Mbak FISIP 2025 merupakan wadah bagi mahasiswa FISIP yang ingin berkontribusi lebih jauh kepada kampus, fakultas, dan mahasiswa. Pihak panitia Mas dan Mbak FISIP 2025 berharap momen ini dapat menghadirkan inovasi sebagai jawaban dari isu-isu yang ada.
“Karena kita sebagai mahasiswa FISIP tentunya banyak permasalahan yang harus diatasi bersama. Harapannya semoga apa yang mereka inovasikan, apa yang mereka gagaskan dapat diimplementasikan dengan baik,” ucap Naufal.
Dari sisi peserta pun muncul semangat serupa untuk menyuarakan isu-isu yang krusial bagi mereka. Ahmad menyampaikan harapannya agar FISIP juga memperhatikan hak-hak mahasiswa di luar kampus utama.
“Harapannya semoga supaya kami didengar lebih baik di PSDKU,” ujar Ahmad.
Bagi finalis lain, ajang ini merupakan kesempatan emas untuk merepresentasikan nilai-nilai positif yang melekat pada Mas dan Mbak FISIP. Rafi berbagi harapannya untuk dapat menjadi perwujudan dari keseimbangan antara aspek akademik dan nonakademik.
“Harapan saya, teman-teman FISIP bisa mengetahui bahwa kita, tuh, ada beberapa orang yang akademik dan nonakademik-nya balance. Dengan adanya perwajahan ini FISIP bisa terkiprahkan di Undip juga. Orang-orang bisa tahu kalo melihat paguyuban FISIP ini sudah mewakili mahasiswa FISIP yang intelektualnya bagus, di mana dia akademiknya oke, non akademiknya juga oke gitu,” pungkas Rafi.
Reporter: Taufiqurrahman Alfarisi, Dafan Mahendra, Najwa Rahma
Penulis: Najwa Rahma
Editor: Natalia Ginting
Pemimpin Redaksi: Kayla Fauziah




