
Perpustakaan merupakan salah satu fasilitas yang penting di lingkungan kampus. Fasilitas ini menghadirkan berbagai macam buku bacaan sehingga digunakan oleh para mahasiswa untuk menambah wawasan, mengerjakan tugas, dan berdiskusi. Salah satunya adalah perpustakaan Kampus Oranye FISIP Undip yang hadir dengan nama baru, FISIP International Madany Encouraging Library (FIMEL) dan membawa pembaharuan dari segi fasilitas serta pelayanan. Lantas, apa yang mendasari dilakukannya renovasi perpustakaan dan bagaimana tanggapan mahasiswa FISIP Undip dengan keberadaan FIMEL?
Upaya Fakultas untuk Meningkatkan Kualitas dan Layanan
Renovasi perpustakaan FISIP Undip dilakukan sebagai bentuk upaya FISIP memberikan kualitas dan pelayanan yang lebih baik demi menunjang kenyamanan mahasiswa ketika belajar. Mengingat bahwa perpustakaan menjadi tempat yang sering digunakan mahasiswa dalam menyelesaikan kegiatan akademiknya.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, S. Rouli Manalu atau yang kerap disapa Uli menyebutkan bahwa renovasi perpustakaan dilaksanakan untuk kualitas layanan yang lebih baik. Uli juga menyampaikan bahwa renovasi perpustakaan didasarkan pada kebutuhan mahasiswa sesuai dengan perkembangan masa kini.
“Kebutuhan mahasiswa dan perlunya kualitas layanan yang lebih baik tentunya. Selama ini kita tahu bahwa perpustakaan itu kan masih sangat tradisional approach-nya. Kita melihat ada beberapa hal yang harus dimodernisasi,” ungkap Uli saat diwawancarai oleh OPINI pada Senin (16/6).
Common Space: Realisasi Kebutuhan Mayoritas Mahasiswa di Perpustakaan

FISIP turut merealisasikan sebagian besar kebutuhan mahasiswa, salah satunya dengan penambahan working space di perpustakaan. Saat ini, mahasiswa lebih banyak membutuhkan ruangan untuk mengerjakan tugas, belajar bersama, dan berdiskusi. Oleh karena itu, fasilitas ini menjadi prioritas FISIP dalam konsep renovasi perpustakaan.
“Makanya yang kita lihat itu adalah common space, karena itu kebutuhan mahasiswa yang paling banyak. Common space itu yang kita perbanyak,” tutur Uli.
Fasilitas dan layanan yang dihadirkan setelah renovasi berfokus pada perluasan ruang belajar dan diskusi. Oleh karena itu, beberapa bagian rak buku menjadi fokus utama renovasi dengan cara mengurangi jumlah buku yang terpajang di rak. Namun, bukan berarti koleksi buku menjadi terbatas.
“Section untuk buku itu diperkecil dan section untuk common room itu diperbanyak. Walaupun demikian, bukan berarti koleksi bukunya yang terbatas. Pertama, sudah tersedia jurnal online yang bisa diakses dimanapun. Kemudian buku-buku yang paling sering dipinjam kita tempatkan itu di dalam rak buku. Tapi bukan berarti buku buku yang lain itu tidak bisa dipinjam. Itu tetap ada di katalog, kemudian nanti akan dicarikan, tidak harus di display,” jelas Uli.
Meskipun sudah dilakukan renovasi, Uli menjelaskan bahwa layanan perpustakaan belum berstandar internasional, khususnya dalam hal sistem informasi. Maka dari itu, perbaikan akan tetap dilakukan secara bertahap.
“Kita menyadari bahwa layanan perpustakaan masih belum international standard sebenarnya. Terutama dalam hal sirkulasi dan sistem informasi di library. Tentu saja sistem informasi itu kan sesuatu yang sebenarnya menginduk ya di universitas. Tapi nanti kita akan selalu improve. Sekarang itu infrastruktur fisiknya sudah lebih baik, tapi nanti sistem informasi itu akan semakin kita perbaiki,” ujar Uli.
Mahasiswa FISIP Sambut Baik Kehadiran FIMEL

Perubahan perpustakaan FISIP Undip mendapatkan apresiasi dari banyak mahasiswa. Hal ini dikarenakan perpustakaan saat ini memberikan ruang belajar yang lebih nyaman dan luas. Renovasi perpustakaan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan yang diharapkan mahasiswa.
Salah satu mahasiswi Magister Administrasi Bisnis angkatan 2022, Annisa menyatakan bahwa renovasi perpustakaan FISIP Undip menjadikannya semakin nyaman dan jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Selain itu, buku-buku yang terdapat di perpustakaan dirasa telah cukup lengkap dan pencarian informasi menjadi lebih mudah.
“Saya lihat senang ya, maksudnya dalam artian semakin lebih bagus, tempatnya lebih nyaman. Sebelumnya nyaman, ini lebih nyaman lagi, kemudian rasanya seperti lagi di kampus-kampus di luar negeri (kalau) saya lihat di internet. Bukunya juga cukup lengkap, mencari informasinya juga lebih mudah,” ucap Annisa saat diwawancarai oleh OPINI pada Selasa (27/5).
Mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2023, Nazwa juga menjelaskan bahwa perpustakaan saat ini menjadi tempat yang nyaman, terlebih lagi ketika digunakan untuk mengerjakan tugas dan diskusi. Perpustakaan benar-benar dirancang dengan memperhatikan kebutuhan mahasiswa, seperti menyediakan stop kontak di setiap meja.
“Sekarang perpustakaan FISIP Undip itu benar-benar nyaman ya. Karena memang dari setiap layout-nya dikasih stop contact per meja gitu. Itu benar-benar membantu. Terus sangat-sangat bikin kita lebih suka perpus aja gitu kalau lagi mau kerjain tugas ataupun diskusi,” ungkap Nazwa saat diwawancarai oleh OPINI pada Senin (16/6).
Nazwa menyetujui renovasi perpustakaan FISIP Undip karena perpustakaan baru ini memiliki penataan yang lebih rapi dibandingkan sebelumnya.
“Setuju banget dan dari waktu maba (mahasiswa baru) perpus kan masih beda gitu konsepnya. Jadi kayak, ini lebih tertata, lebih rapi, space-nya luas. Kalau yang dulu kan lebih kayak sumpek gitu kan. Jadi kayak agak creepy gitu, kalau yang sekarang ini benar-benar senang lah mau masuk ke perpus,” jelas Nazwa.
Selaras dengan yang disampaikan Nazwa, Annisa mengatakan bahwa wajah baru perpustakaan FISIP Undip berhasil menghadirkan suasana yang lebih baik. Peningkatan tersebut terlihat dari segi tata letak dan pencahayaan dibandingkan sebelumnya. Renovasi membuat perpustakaan menjadi lebih terang dan terorganisir.
“Wah, perbandingannya yang pasti jauh lebih baik ya. Karena memang sekarang itu, penataannya lebih bagus, kemudian untuk pencahayaan dan tata letaknya juga kesannya lebih luas,” ungkap Annisa.
Diresmikannya FIMEL Memotivasi Mahasiswa untuk Lebih Produktif

Beberapa mahasiswa FISIP berharap kondisi perpustakaan setelah renovasi dapat dipertahankan dan dirawat dengan baik. Mahasiswa menginginkan kondisi perpustakaan yang sudah baik dapat terus dijaga agar tidak mengalami penurunan kualitas.
“Semoga bisa tetap baik seperti ini, ya. Maksudnya, dalam arti dipertahankan atau mungkin kedepannya misalkan mau ada inovasi-inovasi lagi, kayak gitu,” ucap Annisa.
FIMEL hadir tidak hanya menjadi fasilitas, melainkan juga sebagai motivasi kepada mahasiswa untuk lebih produktif. Mahasiswa berharap renovasi perpustakaan menjadi dorongan mereka untuk berprestasi. Pernyataan ini sejalan dengan harapan fakultas agar mahasiswa dapat semakin produktif dan berprestasi.
“Harapannya ya pastinya dengan adanya FIMEL ini, mahasiswa FISIP itu semakin bisa berprestasi. FIMEL ini kan tujuannya untuk bikin mahasiswa nyaman ya. Dan ketika mahasiswa nyaman belajar itu pasti kan melahirkan bibit-bibit berprestasi gitu. Jadi memang itu harapan setelah diresmikannya FIMEL. Semoga mahasiswanya jadi lebih produktif lagi gitu,” jelas Nazwa.
Fakultas juga berharap agar renovasi perpustakaan dapat memenuhi kebutuhan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi mahasiswa. Perpustakaan yang telah diperbarui diharapkan mampu memenuhi kebutuhan mahasiswa, baik dari segi fasilitas, kenyamanan, maupun akses layanan informasi sehingga hal tersebut dapat mendorong produktivitas kegiatan akademik mahasiswa.
“Ya harapannya, tentu saja kualitas layanan (dapat) melayani mahasiswa. Dengan atmosfer
yang baik, tentu saja akan mendorong kalian (mahasiswa) untuk berproduksi gitu. Menjadi
scholar yang produktif gitu,” pungkas Uli.
Reporter: Fatimah Putri
Penulis: Fatimah Putri
Editor: Natalia Ginting, Aulia Retno
Redaktur Pelaksana Morpin: Berliana Sekar
Pemimpin Redaksi: Kayla Fauziah
