22/10/2021

Fisipolychrome: Menyoal Demokrasi dan Urgensi Media Digital

LPM OPINI – Forum diskusi mahasiswa FISIP Undip, Fisipolychrome dihelat secara daring untuk kali pertama. Mulai tepat waktu sesuai penjadwalan yakni pukul 14.00 WIB, forum yang diselenggarakan di platform MsTeams pada Sabtu (10/10) berjalan dengan diskusi atau pengisian materi yang cukup menggugah.

Penyelenggaraan Fisipolychrome kali ini cukup berbeda dengan sebelumnya, sebab turut mendatangkan dua pembicara untuk memantik diskusi, yakni Triyono Lukmantoro (Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Undip) serta Anita Wahid (Presidium MAFINDO) yang memaparkan materi seputar literasi media digital dan benang merahnya terhadap demokrasi.

Forum yang dimoderatori Izzatul Isma ini dimulai dengan pemaparan Anita Wahid mengenai demokrasi digital di Indonesia. Menurutnya, ada lima kompetensi untuk membangun literasi digital, yang juga berkenaan dengan demokrasi digital. 

“Jadi ada lima kompetensi atau lima level untuk membangun digital literacy, yakni literasi informasi dan data, komunikasi dan elaborasi, menciptakan konten digital, keamanan, dan problem solving. Tapi level tersebut bukan berarti harus menguasai yang atas baru bisa ke yang bawah atau sebaliknya, ya. Semuanya bisa dikuasai tanpa harus menguasai salah satunya terlebih dahulu,” jelas Anita Wahid saat pemaparan materi pada acara Fisipholychrome (10/10).

Pemaparan oleh Anita Wahid beserta sesi tanya jawab selesai sekitar pukul 15.40 WIB. Kemudian dilanjutkan oleh pemaparan materi dari Dosen Ilmu Komunikasi Undip, Triyono Lukmantoro yang sempat berbicara mengenai propaganda di era digital atau yang ia sebut sebagai era media kedua.

“Contoh propaganda dulu yang kita kenal adalah film Pengkhianatan G30/S PKI, itu bukan film sejarah melainkan propaganda. Terlihat dari bagaimana adegan-adegan palsu seperti kebrutalan yang dilakukan oleh Gerwani dan lain sebagainya. Sementara propaganda di era digital ini kita kenal dengan istilah computational propaganda, bentuknya beragam; bisa hoaks, fake news, atau hate speech,” terang Triyono Lukmantoro.

Sumber: Materi presentasi pembicara kedua, Triyono Lukmantoro

Meskipun dilangsungkan secara tatap maya, acara yang rutin diselenggarakan oleh BEM FISIP Undip ini mampu menggaet atensi kurang lebih lima puluh mahasiswa. Diharapkan melalui tema yang diusung akan mampu membuat mahasiswa, terutama mahasiswa FISIP agar mampu menumbuhkan literasi media yang tinggi untuk demokrasi yang lebih baik pula.

Penulis : Luthfi Maulana

Editor: Annisa Qonita A.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *