23/06/2024

Meninjau Kontroversi di Balik Tingginya Pengumpulan Proposal PKM FISIP Undip

0

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan suatu event yang prestisius di Indonesia. PKM memberikan dampak berupa peningkatan prestasi mahasiswa dan perguruan tinggi dalam skala nasional. Keberadaan PKM juga bertujuan untuk mengasah soft skill yang dimiliki mahasiswa baru selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Bulan Februari lalu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip) telah berhasil melaksanakan event PKM tingkat fakultas. Sebanyak 98 proposal PKM telah terdata, menjadikan FISIP sebagai salah satu fakultas dengan pengumpulan proposal terbanyak. Namun, hal ini menimbulkan pertanyaan, pasalnya proposal yang terkumpul dengan proposal yang lolos ke tahap selanjutnya berbanding terbalik jumlahnya.

 

Misinformasi Antara Fakultas dan Mahasiswa

Beberapa mahasiswa FISIP melaporkan, pasalnya informasi terkait PKM tidak diberikan secara rinci. Selain itu, pemberian informasi seputar PKM oleh pihak fakultas yang dinilai terlalu mendadak menjadi problematika di kalangan mahasiswa dalam memaksimalkan proposalnya.

“Kita jadi salah persepsi karena nggak diinfokan ngumpulin file PKM-nya secara langsung. Kita kira pengumpulan file PKM-nya baru bab satu, dan selama satu tahun melakukan pengerjaan. Ternyata di hari yang sudah ditentukan, file PKM-nya harus sudah jadi. Kita jadi tergesa-gesa karena kita kira ongoing,” jelas Avrilia Ekadhiti, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023 saat diwawancarai oleh OPINI pada Jumat (22/03).

Ulayya Shafa Nurtriyani, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023 mengatakan hal yang serupa saat diwawancarai oleh OPINI pada Kamis (21/03). 

Ulayya menjelaskan, “Kita mengerjakan H-1 sebelum pengumpulan. Walaupun sudah  nyicil, tapi karena waktu dan informasinya mepet, jadi nggak maksimal.”

 

Pemberian Template Proposal PKM Secara Gamblang

Fakultas juga membantu mahasiswa FISIP dengan memberikan sebuah template penulisan proposal PKM. Dengan ini, diharapkan agar mahasiswa FISIP lebih terbantu dalam menyusun proposal PKM.

“Selama ini, yang sudah dilakukan adalah membantu memberikan template proposal. Itu penting dalam memberikan success rate lebih tinggi di tahap seleksi administrasi,” jelas Yohanes Thianika, dosen pembimbing PKM prodi Ilmu Komunikasi saat diwawancarai oleh OPINI pada Senin (01/04).

Walaupun mahasiswa FISIP telah diberi kemudahan akses dengan diberikannya template penulisan PKM, beberapa mahasiswa FISIP mengatakan bahwa template tersebut tidak mencakup penjelasan secara rinci terkait PKM.

“Meskipun kita sudah dikasih template-nya, itu belum menjelaskan secara rinci, cuma kasarannya. Kita dikasih contoh itu dan disuruh itu, tanpa dijelasin, jadi kita bingung,” jelas Tita Hapsari Kusumawardani, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023 saat diwawancarai oleh OPINI pada Kamis (21/03).

Hal serupa dikatakan oleh Al Kayyisa Tasniem Ramadhani, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023 saat diwawancarai oleh OPINI pada Jumat (22/03).

Kayyisa mengatakan, “Kita belum terlalu paham detail pembuatan PKM bagaimana. Awalnya, kita kira bakal dapat dosen pembimbing untuk menyusunnya. Ternyata nggak, kita harus jadiin dulu file-nya baru dapat dosen pembimbing.”

 

Adanya Timeline yang Singkat

Keterbatasan  waktu untuk menyusun dan mengusulkan proposal menjadi kendala tersendiri bagi mahasiswa.  Beberapa mahasiswa mengungkapkan bahwa keterbatasan waktu membuat bimbingan yang diberikan oleh dosen pembimbing menjadi tidak efektif. Hal itu dikarenakan dosen pembimbing hanya menjelaskan kesalahan umum, tanpa disertai penjelasan rinci terkait kesalahan tersebut. 

“Dosen aku ngasihnya kasaran, kamu kurangnya ini, gini. Nggak dijelasin kesalahannya di halaman berapa, di mana,” tutur Tita.

Tak hanya masalah bimbingan, keterbatasan waktu juga berdampak pada proses revisi. Beberapa mahasiswa FISIP telah menyuarakan keluh kesah mereka perihal waktu yang singkat untuk merevisi.

“Kesempatan ganti sekitar 2 jam,” lanjut Tita.

Di sisi lain, Avril mengatakan bahwa bimbingan yang dilakukan oleh dosen pembimbing sudah terbilang efektif. Hanya saja, terjadi penyebaran misinformasi di kalangan mahasiswa karena perbedaan persepsi antara pihak dosen pembimbing dan mahasiswa. Hal ini menyebabkan informasi yang disampaikan menjadi kurang efektif.

“Kalau menurutku, sebenarnya bimbingan dosen efektif. Cuma misinformation aja, penyampaian informasinya kurang efektif,” jelas Avril.

Muhammad Arief Zuliyyan selaku Sekretaris Unit PKM dan Prestasi Mahasiswa (Presma) menanggapi terkait
ketidakefektian dosen pembimbing PKM didasarkan pada kesibukan yang dimiliki oleh masing-masing dosen pembimbing, serta beberapa dosen pembimbing yang belum memiliki NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional), saat diwawancarai secara langsung oleh OPINI pada rabu (27/03).

“Ada prodi-prodi tersendiri memang beberapa dosen belum memiliki NIDN, dan biasanya itu dicangkokkan. Saya katakanlah belum punya NIDN,” jelas Arief.

Arief menjelaskan bahwa dosen yang belum memiliki NIDN akan dibantu oleh dosen yang sudah memiliki NIDN.

“Itu yang membantu dosen-dosen aktif lain yang punya kesibukan. Saya bantu di situ, tapi namanya pakai nama dosen yang punya NIDN. Kalau kurang efektif mungkin karena dosennya sangat sibuk, sampai dosen-dosen tersebut meminta kami, dosen-dosen yang belum memiliki NIDN untuk berinisiatif membantu,” lanjut Arief.

 

Awal Mula Timeline PKM yang Singkat hingga Buku Panduan PKM Tahun Lalu

Ketentuan timeline penulisan proposal PKM yang kurang dari satu bulan tidak berasal dari pihak fakultas, melainkan dari Ditjen Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi). Dikti menurunkan informasi tersebut kepada pihak universitas, kemudian turun kepada pihak fakultas.

Timeline mepet bukan dari FISIP, tetapi dari Dikti sendiri, pusat. Itu waktunya sudah mepet, satu bulan kayaknya nggak ada. Jadi pengumuman itu berjenjang, dari Dikti ke universitas, dari universitas ke fakultas,” jelas Arief.

Adapun persoalan buku panduan pada penulisan PKM tahun 2024. Dengan belum dikeluarkannya buku panduan PKM tahun 2024 sewaktu proses penyusunan proposal, penulisan PKM tahun 2024 mengacu pada buku panduan PKM tahun lalu.

“Kemarin, buku panduan PKM mengacu pada buku panduan tahun lalu karena belum dikeluarkan yang tahun 2024. Kita mengacu sana, tetapi sebagian besar sama,” lanjut Arief.

 

Apakah Mahasiswa FISIP Wajib Mengajukan Proposal PKM?

A r i e f mengatakan bahwa penulisan proposal PKM merupakah hal yang wajib bagi semua program studi di FISIP. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa masing-masing departemen telah memiliki target pengumpulan proposal, yakni sebanyak 25 proposal pada setiap departemen.

“Dari fakultas mewajibkan, karena sudah menarget setiap departemen ada 25 proposal. Termasuk PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama) Rembang juga diwajibkan mengirim proposal PKM-nya. Itu karena sudah menjadi keputusan bersama. Setelah ada pengumuman, kita rapat bersama pengelola departemen, dan diputuskan,” jelas Arief.

Pada dasarnya tidak ada aturan tertulis yang mewajibkan seluruh mahasiswa FISIP Undip untuk mengajukan proposal PKM dan berita terkait kewajiban menulis proposal PKM bagi mahasiswa FISIP sebatas beredar dari mulut ke mulut. Meskipun begitu, mahasiswa dianjurkan prodi untuk mengirim proposal mereka. Hal ini memicu diskusi di kalangan mahasiswa yang mempertanyaan kewajiban pelaksanaan program ini. Beberapa menganggap bahwa penulisan proposal bersifat wajib, dan beberapa memaknai PKM sebagai program yang tidak wajib diikuti seluruh mahasiswa FISIP Undip.

“Sebenarnya kita kurang tahu karena, awalnya disarankan lebih baik untuk ikut. Jadi, kita mencoba karena, kita mahasiswa FISIP harus mencoba banyak pengalaman,” jelas Tita.

Tak hanya itu, beberapa mahasiswa justru mengira jika aturan ini hanya dilaksanakan untuk jurusan tertentu saja.

“Kalau setahuku, jurusan Ilmu Komunikasi itu nggak wajib. Cuma beberapa orang aja yang ingin maju, tapi aku dengar dari anak Hubungan Internasional dan anak Ilmu Pemerintahan itu wajib,” tutur Kayyisa.

Beberapa mahasiswa FISIP mengatakan bahwa PKM ditentukan berdasarkan kegiatan Research School yang telah dilangsungkan beberapa bulan sebelumnya, dan wajib dihadiri oleh setiap mahasiswa FISIP.

“Ditanyain mau lanjut atau nggak. Jurusan lain diwajibkan lanjut, sedangkan jurusan Ilmu Komunikasi ditanyain mau lanjut atau nggak,” lanjut Kayyisa.

“Cuma judul yang terpilih saja yang bisa lanjut,” jelas Avril.

 

Tanggapan Dosen Pembimbing Terkait Keluhan Mahasiswa FISIP

Berbagai keluhan yang telah disuarakan mahasiswa FISIP pada akhirnya memperoleh respons dari pihak dosen pembimbing, baik saran maupun tanggapan pribadi, seperti pada keluhan terkait timeline yang singkat, informasi yang kurang teliti, dan lain sebagainya.

“Harus ada inisiatif lebih dari mahasiswa untuk penyusunan proposal. Universitas sudah membuat semacam workshop, juga ada forum-forum sosialisasi. Saatnya mahasiswa untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya. Dalam hal bimbingan, dosen tidak akan punya banyak waktu ditengah kesibukan yang lain. Misalnya ada bimbingan skripsi, bimbingan kuliah kerja praktik, mengajar, dan banyak lagi,” jelas Thian.

Dengan berbagai kesibukan dosen pembimbing dalam menjalankan tugas-tugasnya, mahasiswa diharapkan untuk bersikap mandiri dengan cara lebih inisiatif menggali informasi seputar PKM, sehingga bimbingan PKM pada pelaksanaanya akan lebih berorientasi  ke arah substansi.

“Yang mungkin bisa dilakukan adalah hal yang lebih ke substansi. Di satu sisi, tidak sesuai dengan ekspektasi mahasiswa. Di sisi lain, harapannya mahasiswa punya inisiatif lebih untuk mencari semuanya,” lanjut Thian.

(Sumber Gambar: Instagram @pkmcenterundip)

Di luar faktor pribadi, terdapat pula masukan bagi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) atau organisasi mahasiswa serupa untuk menyediakan pelatihan dan bimbingan khusus PKM. Harapannya, kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya mendorong mahasiswa untuk mengikuti PKM, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa yang memiliki ketertarikan terhadap PKM agar terhindar dari macam-macam kendala seperti yang dialami mahasiswa FISIP Undip.

“Mungkin bisa difasilitasi oleh BEM, juga tentunya pimpinan fakultas, mungkin juga presma fakultas untuk diadakan kegiatan coaching clinic. Di situ ada dosen-dosen yang memang punya minat terhadap PKM dan energi lebih agar menjadi semacam mentornya,” tutur Thian.

 

PKM FISIP: Kuantitas atau Kualitas?

FISIP menjadi salah satu fakultas yang paling banyak mengajukan proposal PKM. Namun, sedikit dari proposal tersebut yang lolos untuk mendapatkan pendanaan lebih lanjut. Arief mengatakan bahwa dua tahun ini, PKM FISIP lebih cenderung mengejar kuantitas dibandingkan kualitas.

“Pertama memang kita target yang sangat besar secara kuantitas, tapi hanya enam proposal kalau nggak salah yang lolos ke Dikti, dan masuk Pimnas hanya satu. Sekarang, kita agak turunkan kuotanya, tetapi secara kualitas,” jelas Arief.

“Ke depan kita rencanakan untuk sosialisasi lebih awal dan mengimbau para pengelola departemen untuk mempersiapkan terkait dengan PKM,” lanjut Arief. (Berliana)

Penulis: Berliana Sekar Ramadhani El Akhsan

Editor: : Cheryl Lizka Yovita

Redaktur Pelaksana: Tarisha Putri Ramadhanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *