Sidang Penetapan Hasil Pemira FISIP Undip 2025: Pasangan Rijaldi-Haikal Ungguli Kotak Kosong
Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) telah menyelenggarakan Sidang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Raya (Pemira) FISIP Undip Tahun 2025. Sidang dilaksanakan pada Senin (01/12) dan bertempat di Ruang Auditorium Gedung A FISIP Undip. Agenda penetapan ini dimulai sekitar pukul 19.20 WIB. Meski demikian, keberjalanan sidang cukup singkat dan kondusif tanpa adanya dinamika yang berarti, hingga palu sidang diketuk tanda berakhirnya acara sekitar 20.20 WIB.
Rijaldi-Haikal Unggul Atas Kotak Kosong
Dalam sidang tersebut, KPPR membacakan rekapitulasi perolehan suara yang menunjukkan persaingan yang cukup ketat, meskipun hanya terdapat satu pasangan calon. Berdasarkan data yang dihimpun, total suara sah yang masuk dalam Pemira FISIP 2025 mencapai 2.515 suara. Pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua BEM nomor urur 1, Rijaldi Rauf dan Muhammad Haikal Adi Bakhtiyar, dipastikan terpilih setelah mengungguli kotak kosong. Rijaldi-Haikal berhasil memperoleh sebanyak 1.346 suara atau setara dengan 53,5 persen dari total suara.
Kendati demikian, dominasi paslon tunggal ini tetap mendapat respons dari pemilih kotak kosong. Tercatat sebanyak 1.169 suara atau 46,5 persen mahasiswa memilih kotak kosong. Dengan selisih 177 suara, Rijaldi-Haikal dinyatakan sah memimpin BEM FISIP periode mendatang.
Sempat Terkendala Sinkronisasi Tautan Pemilihan
Jalannya sidang penetapan sempat mengalami sedikit keterlambatan dari jadwal yang telah ditentukan. Hal ini disebabkan oleh adanya kendala teknis dalam proses penyelarasan suara sebelum sidang dimulai. Ketua KPPR FISIP Undip, Faisal Irsyad, mengakui adanya kesalahan prediksi waktu yang dibutuhkan panitia untuk melakukan penyelarasan dan pengecekan ulang surat suara.
Kendala tersebut berawal dari penerapan mekanisme baru dalam sistem pemungutan suara elektronik tahun ini. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya menggunakan satu alur, kali ini panitia membagi tautan pemilihan menjadi tiga formulir berbeda, yakni untuk pemilihan senator prodi, senator UPK, serta Ketua dan Wakil Ketua BEM.
Kurangnya sosialisasi mengenai mekanisme baru ini menyebabkan sejumlah mahasiswa keliru mengisi tautan yang tidak sesuai dengan jurusannya. Faisal menyebutkan terdapat mahasiswa yang mengisi formulir pemilihan melalui link yang diperuntukkan bagi program studi lain sehingga data suara menjadi tercampur.
Karena itu, panitia harus melakukan verifikasi manual dengan mencocokkan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) untuk memastikan validitas suara. Suara yang masuk melalui formulir yang salah tetap diakomodasi selama pemilih tidak melakukan pemilihan ganda, yang menyebabkan proses pengecekan ini memakan waktu lebih lama dari perkiraan.
“Memang dari panitia agak sedikit keteteran untuk memeriksanya. Ada kesalahan prediksi waktu dari panitia untuk penyelarasan data tersebut sehingga timeline sidang sedikit mundur,” ujar Faisal kala diwawancarai LPM OPINI pada Senin (01/12).
Seluruh Calon Senator Lolos, Kursi Adpub dan Adbis Dipastikan Nihil
Jalan mulus ditemui oleh seluruh calon senator yang maju tahun ini. Semua calon, baik dari perwakilan Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) maupun program studi, berhasil mengamankan kursi setelah melampaui ambang batas suara.
Sayangnya, euforia yang sama tidak dirasakan oleh dua jurusan di FISIP. Program Studi Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis dipastikan tidak memiliki wakil di Senat Mahasiswa periode depan lantaran nihilnya pendaftar calon senator dari kedua jurusan tersebut hingga batas akhir pencalonan. Kursi senator untuk kedua prodi ini pun dipastikan kosong melompong.
Hasil Perolehan Calon Senator UPK
- Fathahillah Rojbi Dwi Saputra (193) – UPK HIMPS
- Adhitya Bona Martuah Saragih (207) – UPK PMKP
- Naufal Adrian A. (274) – UPK Orangers
- Maulinda Erlin Oriana (133) – UPK Sakutala
- Eisya Nayla Niswah (245) – UPK PSM OC
- Erjesca Cantana Indah Sitopu (199) – UPK PMKP
- Said Ahmad Fadlan (135) – UPK Globies
- Faya Khaylila (87) – UPK Bulutangkis
- Mohammad Sholahuddin Al-Ayyubi (99) – UPK Globies
- Muhammad Ilham Akbar (112 )- UPK Orangers
- Destya Naya Azreena (137 )- UPK HIMPS
- Adam Brilian (126) – UPK FKMM
- Lalu Fawaz (171) – UPK Bulutangkis
- Cikita Bernesa Malfa (157) – UPK Aufklarung
- Rafaelino Galih Mario Aji (182) – UPK PRMK
Hasil rekapitulasi suara calon senator Program Studi Hubungan Internasional:
- Raveyfa Alya Azila (109)
- Christopher Billy Santoso (128)
- Zahid Sharim Badruzzaman (129)
Hasil rekapitulasi suara calon senator Program Studi Ilmu Komunikasi:
- Conny Gracia Keyrianaya Harianja (224)
- Felicia Kimiko Inesha Pramanta (140)
Hasil rekapitulasi suara calon senator Program Studi Ilmu Pemerintahan:
- Haqiki Maulana (370)
- Siti Wajihatun (361)
Respon Rijaldi-Haikal: Kotak Kosong adalah Motivasi
Kemenangan paslon tunggal yang dibayangi oleh tingginya angka pemilih kotak kosong tak luput dari perhatian Ketua BEM terpilih. Alih-alih menganggapnya sebagai penolakan, Rauf justru melihat ribuan suara kotak kosong itu sebagai sinyal peringatan dan bahan evaluasi dini bagi kabinetnya.
“Itu (memilih kotak kosong) adalah hak asasi mereka. Seribu orang ini menjadi evaluasi bagaimana mereka belum terpuaskan. Ini bukan hal yang menghambat, tapi menjadi motivasi untuk membuktikan lewat kinerja bahwa mereka juga akan terberdayakan,” ujar Rauf kala diwawancarai LPM OPINI usai penetapan hasil sidang.
Hal serupa turut ditegaskan oleh wakilnya, ia menekankan bahwa jabatan yang mereka emban bukan hanya untuk konstituen yang memilih mereka saja, melainkan untuk seluruh mahasiswa FISIP tanpa terkecuali.
“Ketika kita menang nanti, kita harus menjadi integral dari keseluruhan mahasiswa. Bukan hanya mengayomi yang memilih kita, tapi juga tanggung jawab kita kepada teman-teman yang memilih kotak kosong.” tutup Haikal.
Reporter: Dafan Mahendra, Davino Hernawan, Moh. Arif Maulana Azmi
Penulis: Dafan Mahendra
Editor: Kayla Fauziah
Pemimpin Redaksi: Kayla Fauziah