02/12/2022

Sidang Verifikasi Pemira FISIP: Sahnya Nol Paslon Kabem-Wakabem Hingga Pelaksanaan Sidang yang Molor Berjam-Jam

Pelaksanaan sidang verifikasi Pemira 2022, Minggu (20/11). (Foto: Alivia)

LPM OPINI – Pemilihan Raya (Pemira) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip) telah memasuki pertengahan babak. Setelah panitia pemilihan (panlih) menerima 17 berkas bakal calon senator dan sama sekali tidak menerima berkas pasangan calon (paslon) Kabem-Wakabem, pada Minggu (20/11) panlih melangsungkan agenda verifikasi berkas sebelum mempersilakan para calon senator yang lolos verifikasi untuk unjuk gigi pada masa kampanye keesokan harinya.

Sidang yang Mengaret

Sidang verifikasi yang dilaksanakan di gedung A.314 FISIP Undip ini dijadwalkan ketok palu sejak pukul 9 pagi dan ditutup presidium pada sekitar pukul 12 siang. Mujur tak dapat diraih, sidang verifikasi molor hingga sekitar pukul 11 siang. Sidang pun baru rampung pada pukul 17.30 sore, mengaret lima setengah jam dari jadwal yang ditentukan.

Menanggapi mengaretnya sidang, Nabila Mega selaku presidium dua menyatakan adanya ketidaktahuan bakal calon senator yang tidak membawa sekurangnya satu saksi sebagaimana tertulis dalam petunjuk teknis pemilihan raya.

“Untuk faktor keterlambatan itu sendiri karena ada kesalahan di temen-temen calon senator yang sepertinya kurang teliti ya, karena kita nulis di peraturan bahwa tiap calon senator harus membawa satu orang saksi. Cuma ada beberapa yang kurang teliti dan belum bawa saksi.”

“Terus kebetulan sidang ini, kan tidak bisa dimulai kalau belum semuanya hadir. Jadi karena di awal tadi juga ada absen, jadi kita kasih kelonggaran waktu untuk senator beserta saksinya,” klarifikasi Nabila saat diwawancarai LPM OPINI selepas sidang.

Selain ketidaktahuan bakal calon senator mengenai saksi, Nabila juga mengklarifikasi alasan molornya waktu penutupan sidang. Hal-hal teknis seperti pemindahan motor dan jeda salat.

“Kalau untuk keterlambatan selesai, itu dikarenakan ada masalah teknis, kaya tadi mindah motor, atau ishoma, dan sebagainya,” terang Nabila.

Nabila menambahkan bahwa sidang verifikasi yang baru kali ini dilakukan secara luring membuat adanya ketidakpastian perkiraan waktu. Nabila menyatakan pihaknya tidak mengira bahwa proses pengecekan verifikasi berlangsung sedemikian lama. Hal ini membuat waktu selesainya sidang mengaret hingga berjam-jam lamanya.

“Karena teknis sidang verifikasinya 100% offline ini baru kejadian lagi setelah dua tahun online, jadi kita belum memperkirakan sejauh itu kalo ternyata pengecekannya itu lumayan lama, apalagi untuk yang calon senator prodi,” tambahnya.

Satu Bakal Calon Senator Gugur

Dari 17 bakal calon senator yang terdaftar pada sidang verifikasi, terdapat satu bakal calon senator yang gagal melaju ke masa kampanye. Bakal calon senator tersebut adalah Rokhiyyun Naswah dari Hubungan Internasional yang didiskualifikasi karena tidak hadir dalam sidang.

Meski demikian, panlih membuka kesempatan bagi Rokhiyyun untuk melakukan gugatan pada panitia pengawas (panwas) apabila hendak lanjut ke masa kampanye.

“Kalau dia misalnya mau lanjut, dia bisa ngasih gugatan ke panwas. Silakan gugat kalau mau,” terang Nabila.

Seusai sidang, Pemira FISIP Undip resmi memasuki masa kampanye per Senin (21/11), penomoran 16 calon senator yang menjadi kontestan Pemira FISIP Undip tahun ini antara lain:

UPK FISIP UNDIP:

  1. Jonathan Benjamin Silalahi (UPK Bulutangkis)
  2. Alena Al Fatihani (UPK Bulutangkis)
  3. Gervasius Evan (UPK PRMK)
  4. Putri Pebrianti (UPK HIMPS)
  5. Faizal Aji Bimantoro (UPK FKMM)
  6. Bayu Fajar Nugroho (UPK Aufklarung)
  7. Akmal Miftah (UPK Aufklarung)
  8. Verena Suci (UPK PSM)
  9. Arum Sundari (UPK HIMPS)

Program Studi Ilmu Pemerintahan:

  1. M. Iqbal N. P
  2. Fauzan Daffa
  3. Gharitza Rachel

Program Studi Administrasi Bisnis:

  1. Nuning Ayu S
  2. Muhammad Rifai
  3. Elita Rizky

Program Studi Hubungan Internasional:

  1. Gabriel Julian

 

Reporter: Alivia Nurani & Natalia Ginting

Penulis: Luthfi Maulana A

Redaktur Pelaksana: Almira Khairunnisa

Pemimpin Redaksi: Luthfi Maulana A

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *