04/12/2023

Ancaman Diabetes pada Masyarakat Modern

0

Ilustrasi Ancaman Diabetes pada Masyarakat Modern. (Febby/LPM OPINI).

LPM OPINI – Diabetes adalah kondisi penyakit yang disebabkan kandungan gula yang berlebihan di dalam darah. Diabetes dapat menyebabkan penyakit-penyakit tambahan yang mengarah pada komplikasi, bahkan kematian. 

Di Indonesia, kematian yang disebabkan oleh diabetes mencapai jumlah 236 ribu jiwa pada tahun 2021. Dengan demikian, jumlah penderita diabetes di Indonesia tergolong tinggi. Berdasarkan data International Diabetes Federation, pada tahun 2021, terdapat 19,47 juta penduduk pengidap diabetes di Indonesia dan menjadikannya negara kelima dengan jumlah penderita diabetes terbanyak. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat sebesar 47% atau menjadi 28,57 juta penduduk pada tahun 2045.

Faktor penyebab diabetes tidak bisa dijauhkan dari pola hidup seseorang seperti mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan. Menurut dr. Dwi Pudji Laksono, Sp.Rad, tubuh manusia hanya membutuhkan 7-8 sendok makan gula per harinya, jumlah ini sudah termasuk ke dalam nasi dan es teh manis yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. 

Selain itu, Sono mengungkapkan bahwa risiko diabetes dapat meningkat pula jika seseorang jarang berolahraga atau melakukan pergerakan. 

“Masalahnya itu adalah malas, makan gula kan enak, tidak berolahraga juga enak. Itu kecenderungan (pola hidup) orang (zaman) sekarang,” kata Sono kepada LPM OPINI, Sabtu (29/10). 

Diabetes disebut silent killer yang jika kondisinya sudah memburuk, diabetes akan menyebabkan serangkaian komplikasi bahkan dapat menyebabkan kematian. 

“Diabetes disebut silent killer karena itu tidak sakit pada awalnya, tetapi kalau sudah parah, akan mengurangi kualitas hidup. Makanya pada tahap awal biasanya disebut silent killer karena tidak tahu gejalanya, tahu-tahu sudah parah, dan kondisi yang paling parah adalah kematian,” terang Sono.

Komplikasi dan Risiko Kematian

Komplikasi yang dapat terjadi pada pasien diabetes ini di antaranya adalah Penyakit Kardiovaskuler (Penyakit jantung dan pembuluh darah), Retinopati Diabetik (Gangguan mata/penglihatan seperti katarak), Neuropati Diabetik (Gangguan saraf yang dapat menyebabkan luka hingga amputasi pada kaki), Nefropati Diabetik (Gangguan ginjal yang dapat menyebabkan gagal ginjal), dan kematian.

Adapun tingkat kematian akibat diabetes di Indonesia yang tinggi dapat dicegah dengan cara perubahan gaya hidup dalam beberapa kasus. Meski diabetes dapat bergantung pada faktor keturunan dan lingkungan, Sono mengatakan bahwa menjaga berat badan tetap ideal bisa mengurangi risiko besar diabetes.

“Yang paling penting itu adalah pengetahuan (mindset) pengertian tentang diabetes, kalau itu sudah tau baru dilaksanakan. Kalau itu sudah dilaksanakan saya yakin diabetes pasti akan berkurang,” kata Sono.

Sno juga menyarankan untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin 30 menit setiap hari, mengatur pola makan agar seimbang dan mengurangi konsumsi gula, garam serta lemak jenuh karena tubuh akan mengurai gula (glukosa) ini menyerap gula yang telah terurai menjadi energi dengan bantuan insulin yang terkandung dalam pankreas. Namun, apabila insulin tersebut tidak bekerja dengan baik maka akan menyebabkan gula menumpuk dalam darah sehingga dapat menyebabkan diabetes. 

“Faktor keturunan dan kelainan pankreas (tidak mampu memproduksi insulin) terus orang yang kenceng olahraga bisa kena juga tapi lebih sedikit, namanya genetik (bawaan bayi). Caranya mengurangi konsumsi gula, memperbanyak gerak badan (olahraga), mudah-mudahan tidak terkena diabetes,” jelas Sono.

Untuk itu, Sono juga menyarankan agar rutin mengecek kesehatan secara teratur akan membantu mengetahui kondisi tubuh. Pun mengelola stres dan berhenti merokok serta berhenti  mengonsumsi alkohol sangat dianjurkan sebab hal-hal itu termasuk gaya hidup yang tidak sehat dan bisa meningkatkan risiko diabetes yang tinggi.

“Yang paling penting ya dijaga pola hidupnya, tidak merokok, minum (alkohol),” tutupnya.

 

Narasumber: dr. Dwi Pudji Laksono, Sp.Rad

Penulis: Irgi Riftian Ghandi dan Agatha Nuansa Natnesia 

Editor: Luthfi Maulana

Redaktur Pelaksana: Dinda Khansa

Pemimpin Redaksi: Luthfi Maulana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *